Sambut New NormalĀ 

Sabang akan Tetap Pertahankan Wilayah Hijau

Sabang akan Tetap Pertahankan Wilayah Hijau
Sekretaris Daerah Kota Sabang, Drs Zakaria MM. | Foto: ist

Sekretaris Daerah Kota Sabang Drs Zakaria MM mengatakan, agar Sabang  terus menjadi wilayah zona hijau dari penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau (Covid-19), perlu adanya sikap kewaspadaan dan kehati-hatian dari semua pihak.

Karena fungsi pencegahan tentunya lebih baik untuk menuju penerapan new normal kepada masyarakat harus terus ditingkatkan dari berbagai aspek kegiatan dalam menormalkan kembali aktifitas.

Bila membicarakan proses menuju new normal di Kota Sabang saat ini adalah, bagaimana menormalkan kembali aktifitas perekonomian masyarakat di berbagai sektor. Agar sektor tersebut bisa berjalan perlahan kembali tentunya, perlu ditingkatkan fungsi pencegahan dari bahaya penyebaran Covid-19.

Dan ini harus dijaga dan perketat aktifitas keluar masuk masyarakat khususnya pengguna jasa angkutan kapal laut yang kini sudah diberikan kelonggaran.

Namun kelonggaran dimaksud bukan berarti bebas keluar masuk ke Sabang, semua tetap melewati peraturan yang ketat dan tidak sembarangan.

Artinya, aturan aktifitas yang diterapkan harus tetap mengedepankan keselamatan dan memberi rasa aman kepada masyarakat agar Sabang tetap mempertahankan wilayah hijau bebas dari pandemi corona.

"Kita ingin new normal berjalan sesuai protap aturan yang berlaku, setiap penumpang yang datang dari daerah luar dan masuk ke Sabang kita masih membutuhkan surat keterangan test negatif Covid-19, bila ini ada dan bisa ditunjukkan maka mereka kita terima masuk ke Sabang.

Sebaiknya, jika surat tersebut tidak ada dan tidak dapat ditunjukkan maka kita tolak mereka untuk masuk ke Sabang,"  ungkap Zakaria. 

Menurutnya,  untuk menuju new normal semua wajib mematuhi protokol kesehatan Physical distancing dengan tetap menjaga jarak dan Sosial distancing.

Caranya, Pemerintah Kota Sabang telah mengeluarkan aturan untuk pengguna jasa kapal laut tetap membatasi 50 persen kapasitas penumpang kapal,  kalau misalnya penumpang kapal cepat atau kapal fery  muat 300 orang penumpang, hari ini dan seterusnya direkomendasikan hanya boleh muat penumpang 150 penumpang saja.

Ketentuan ini sengaja diberlakukan agar tetap mempatuhi protokol kesehatan untuk tetap menjaga jaga jarak. Kemudian juga agar setiap penumpang yang ke Sabang maupun di lokasi-lokasi wisata harus selalu menggunakan masker.

"Ini kita berlakukan di semua tempat, bahkan semua penginapan seperti hotel, home stay dan bungalaw kita minta untuk menyediakan tempat cuci tangan, setiap kamar dan ruangan lainnya harus dilakukan penyemprotan desinfektan.

Termasuk juga karyawan dan para pekerjanya wajib menggunakan masker dan dari situlah kita bisa melakukan pencegahan, karena pencegahan ini sangat penting dari pada kita mengobati.

Jadi dengan dapat kita melakukan pencegahan artinya Sabang masih terjaga sebagai daerah hijau karena Sabang sebagai daerah hijau tentunya orang akan datang ke Sabang tidak ada merasa takut," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan,  bila Sabang dapat mempertahankan sebagai daerah hijau, maka ini merupakan salah satu solusi untuk dapat kembali kepada privasi ekonomi menuju new normal seperti dulu. 

"Hijau ini perlu sama-sama kita pertahankan dan untuk mempertahankan Sabang sebagai daerah zona hijau, Pemerintah Kota Sabang tidak akan sanggup bekerja sendiri, tapi harus ada dukungan masyarakat Sabang, karena dengan adanya partisipasi masyarakat tentunya kita akan ringan. 

Jadi mari sama-sama kita pertahankan hijau ini. Sehingga tujuan kita untuk kembali normal kepada situasi ekonomi semula, Insya Allah akan terwujud, Aamiin," tutupnya. *** (Adv)

Komentar

Loading...