Safrizal Rahman Kembali Pimpin IDI Aceh

Safrizal Rahman Kembali Pimpin IDI Aceh
Safrizal Rahman Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh.

KBA.ONE, Banda Aceh - Musyawarah wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh di Pidie 26 - 27 Juni 2021, Safrizal Rahman kembali dipilih menjadi ketua priode 2021 - 2024, peserta mengharapkan musyawarah IDI Aceh itu sebagai Role Model bagi musyawarah organisasi lainnya di Aceh.
 
Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia wilayah Aceh, Safrizal Rahman, kepada KBA.ONE, Kamis 1 Juli 2021.

Safrizal Rahman menggambarkan, bahwa IDI Aceh sesuai amanat Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Ortala IDI telah melakukan musyawarah wilayah yang di ikuti oleh 23 cabang kabupaten kota seluruh Aceh.

Namun sesuai edaran PB IDI,  kegiatan musyawarah wilayah dan musyawarah cabang di masa pandemi covid 19 kegiatan itu dilakukan secara hybrid yang bertujuan untuk mengurangi berkumpulnya orang dalam jumlah banyak. 

"Makna Hybrid adalah musyawarah dilakukan dengan metode kombinasi dimana  rapat -  rapat umumnya dilakukan melalui ruang virtual dan pemilihan dilakukan secara luring atau luar jaringan (offline) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Safrizal Rahman.

IDI menganggap aktivitas muswil ini memiliki arti strategis bukan hanya bagi perkembangan organisasi IDI yang lebih baik khususnya bagi Aceh,  melainkan juga menjadi role model untuk aktivitas serupa yang sangat mungkin akan di lakukan banyak organisasi lain di tengah kondisi pandemi yang tidak kunjung reda. 

Safrizal juga mengatakan bahwa visi misi IDI Aceh mengharapkan agar kader organisasi dokter ini harus berkiprah di tingkat nasional baik lewat kepengurusan pusat maupun melalui sumbangsih pemikiran yang bisa menjadi referensi teman - teman IDI, "ini sangat memungkinkan,  mengingat sejarah Aceh yang sering menjadi pelopor banyak kebijakan bagi Indonesia, termasuk JKN di bidang kesehatan," jelas Safrizal Rahman yang juga dokter spesialis tulang di Aceh.

Kegiatan Muswil IDI kali ini, tambahnya, diakhiri dengan penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis di kecamatan Tangse yang di pusatkan di Puskesmas Tangse Pidie.

Segenap masyarakat Aceh sangat memberikan perhatian terhadap Muswil IDI kali ini, terlihat dari berbagai pemberitaan baik di media cetak maupun elektronik. Perhatian ini pertanda bahwa IDI dianggap sebagai organisasi yang perlu di dukung,  utamanya saat isu kesehatan masih terus menjadi topik utama di seluruh dunia dengan pandemi covid-19.

Mengenai isu adannya intervensi dari berbagai pihak terkait pemilihan ketua IDI Aceh, menurut Safrizal Rahman adalah dinamika organisasi semata. Isu isu seperti ini selalu berkembang hampir seluruh momen kontestasi di republik ini. 

"IDI sendiri tidak menangapi pemikiran serupa. Karena IDI  adalah organisasi profesi yang Independen, dan pemerintah adalah mitra kita dalam bidang kesehatan, sehingga isu di atas tidak perlu dikembangkan lebih jauh, karena kenyataanya selama ini hubungan IDI dan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah (Aceh) sangat harmonis utamanya dalam upaya bersama mengatasi pandemi covid -19. 

"Hari dan  kedepannya InsyaAllah IDI akan tetap dan terus bersama pemerintah untuk bersinergi dalam pembangunan khususnya bidang kesehatan," kata Safrizal Rahman.

Seperti diketahui, pada muswil IDI Aceh yang diselenggarakan di Pidie 26 - 27 Juni 2021 lalu, Safrizal Rahman yang juga ketua Ikatan Keluarga Alumni SMAN Dua Banda Aceh (Ikasmandu) kembali terpilih sebagai ketua IDI Aceh dan Fachrul Jamal sebagai ketua Majelis Kode Etik Kedokteran untuk masa kepengurusan 2021-2024.

Komentar

Loading...