Sambut Hardikda ke 62, Kemenag Harap Madrasah Bisa Kenang Sejarah Pendidikan Aceh

Sambut Hardikda ke 62, Kemenag Harap Madrasah Bisa Kenang Sejarah Pendidikan Aceh
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Mukhlis. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh – Memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-62, yang diperingati pada 2 September 2021, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Mukhlis, mengucapkan selamat kepada madrasah dan menyampaikan pesan untuk terus berbenah.

Kepada KBA.ONE, Selasa 31 Agustus 2021, Mukhlis mengatakan walaupun tidak ada perayaan besar-besaran, ia mengharapkan perayaan Hardikda itu tetap ada di madrasah, untuk mengenang sejarah dan perkembangan pendidikan daerah Aceh. Ia juga berharap kepada madrasah dalam peringatan Hardikda supaya bisa mengenang sejarah pendidikan Aceh yang cemerlang dan gemilang.

Sementara, terkait pelaksanaan upacara peringatan Hardikda 2021, pihaknya belum mendapat instruksi dari gubernur Aceh. Kata dia, sebelum pandemi Covid-19, Kemenag Aceh ikut andil dalam bagian dari panitia pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Daerah Aceh, "seperti saat diadakan perlombaan dan pameran yang diikuti oleh peserta dari Kementerian Agama, madrasah maupun sekolah," kata Mukhlis.

Lanjut Mukhlis, dalam rangka mengenang Hardikda Aceh ke 62 ini, meski tidak dilakukan secara khusus di dalam satu even Hardikda, Kementerian Agama Aceh turut menyukseskan even-even nasional yang nuansanya juga berbasis pendidikan, diantaranya Madrasah Young Researchers Super camp (MYRES) 2021, yang saat ini enam proposal karya ilmiah siswa madrasah Aceh telah masuk ke dalam 15 besar tingkat nasional.

Kemudian, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional oleh Kementerian Agama yang sudah selesai di tingkat kabupaten/kota, dan sedang melakukan persiapan untuk menuju ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) pada 18-21 September 2021 se Indonesia. “Kalau menang di 15 nasional, berarti Aceh akan menghasilkan juara 1, 2, 3 atau harapan 1, 2, 3,” sebut Mukhlis.

Setidaknya, hanya tinggal satu jenjang lagi untuk peluang memenangkan juara. Dalam hal ini, sudah ada 7.700 proposal yang masuk ke dalam lomba MYRES itu. Kata Mukhlis, ia melihat dengan adanya pembinaan rutin serta kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk melakukan pembinaan terhadap karya tulis anak-anak MTs dan MA, itu membuka peluang besar untuk meraih juara. “Mulai tahun ini saya tidak mau tidak serius,” pesannya.  | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...