Sampah di Banda Aceh Capai 230 Ton per Hari

Sampah di Banda Aceh Capai 230 Ton per Hari
Ilustrasi tumpukan sambah. | Foto: Republika.co.id

KBA.ONE, Banda Aceh - Terhitung sejak Januari sampai November 2020, Dinas (Kadis) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Kota Banda Aceh mencatat terkait pengurangan sampah di kota ini mencapai 13,90 persen, dari yang ditargetkan sebelumnya sekitar 22,00 persen.

Kepala Dinas (Kadis) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan danq Keindahan Kota (DLHK3) Kota Banda Aceh, Hamdani Basyah, Kamis 10 Desember 2020, mengatakan target pengurangan sampah tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Wali Kota nomor 46 tahun 2018, tentang kebijakan strategi pengelolaan sampah di Banda Aceh.

Hamdani menyebutkan jumlah sampah yang diangkut setiap harinya di Banda Aceh mencapai 230 ton. Sedangkan yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 250 sampai dengan 270 ton per hari.

Saat ini, kata Hamdani, DLHK3 Banda Aceh telah menyediakan sebanyak 74 penyapu jalan, sepanjang 207 kilometer jalan per hari. Kemudian, 52 dump truck, 27 pick up, 24 becak gerobak sampah, tujuh armroll truck, dan empat compactor truck. Sedangkan luas daerah pelayanan armada DLHK3 yakni 5523 kilometer persegi (km²) dengan 90% layanan sampah.

Untuk pengurangan sampah, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kegiatan di desa 15 desa dan 34 titik melalui program Waste Collecting Point (WCP). Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan dan melibatkan masyarakat untuk pengurangan sampah dari sumbernya. Jadi, di satu depo WCP tersebut masyarakat bisa memilah langsung sampah di rumahnya dan meletakkan ke depo-depo WCP untuk sampah yang bisa di daur ulang.

Selain dari sampah rumah tangga, di tahun 2020 pihaknya juga melibatkan sekitar 55 sekolah di Kota Banda Aceh mulai dari SD, SMP, hingga SMA sederajat. Kemudian, instansi yang sudah dibina lebih kurang 34 instansi dan juga sudah ada 10 hotel yang terlibat. "Ini dilakuka agar mereka terbiasa dalam memilah sampah dan mendukung program pengurangan sampah di Banda Aceh," ungkpanya.

Ia berharap warga Kota Banda Aceh dapat memilah langsung sampah dari sumbernya. Dengan begitu hanya sampah residu saja yang dibawa ke TPA.*** | Tasya, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...