Sampah Masker di Jakarta Capai 1,5 Ton, YLKI: Ini Tanggung Jawab Konsumen

Sampah Masker di Jakarta Capai 1,5 Ton, YLKI: Ini Tanggung Jawab Konsumen
Petugas Sudin LH memilah limbah masker warga di Dipo Sampah Kecamatan Pademangan, Ancol, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Sejak April 2020, petugas mengemban tugas baru yang penuh risiko, yakni memisahkan limbah masker warga yang bercampur dengan sampah rumah tangga. | Foto: Liputan6.com

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai persoalan sampah masker sekali pakai atau disposable menjadi masalah tambahan di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, di ibu kota saja sampah dari masker sekali pakai mencapai 1,5 ton per Desember 2020 lalu.

"Di tengah pandemi seperti ini ada satu fenomena menarik, dimana konsumsi plastik meningkat tajam. Saya baca dari riset LIPI masker yang kita gunakan sehari-hari itu per Desember (2020) kemarin di Jakarta sudah 1,5 ton masker yang ada di dalam sampah kita," ujarnya dalam acara FGD bertajuk: Bicara Soal Plastik di Masa Pandemi Covid-19, Senin 15 Maret 2021.

Tulus bilang, tingginya lonjakan sampah masker sekali pakai tersebut tak lepas dari kian meningkatnya penggunaan oleh masyarakat luas. Sehingga tanpa disadari ibu kota juga tengah dihadapkan pada persoalan limbah disposable di masa kedaruratan kesehatan ini.

Padahal, masyarakat selaku konsumen juga dituntut untuk bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan dalam mengonsumsi produk.

"Dan perlu ditekankan kita konsumen bukan cuma soal hak, tetapi ada kewajiban dan bertanggung jawab yaitu terkait dengan pola konsumsi kita," bebernya.

Oleh karena itu, dia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar mau menjadi konsumen cerdas. Diantaranya dengan beralih menggunakan masker kain yang memenuhi standar untuk terhindar dari paparan virus Covid-19 sekaligus turut mengurangi volume sampah dari pemakaian masker sekali pakai yang kian menggunung.

"Jadi sebagai konsumen, sebisa mungkin menghindari masker sekali pakai. Tapi dengan menggunakan masker kain yang standar. Nah ini tanggung jawab kita," ucap dia menekankan.

Pengelola Perkantoran dan Area Publik Diminta Siapkan Tempat Sampah Khusus Masker

Ikhasundin menyemprotkan cairan disinfektan di dekat kotak penyimpan khusus limbah medis di Dipo Sampah Kecamatan Pademangan, Ancol, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Ikhasnudin mewakili petugas di Dipo Ancol berharap agar masyarakat lebih bijak dalam menangani sampah masker. | Foto: Liputan6.com

Pengelola, pengusaha pemilik gedung perkantoran atau tempat umum diminta menyediakan tempat sampah khusus buat masker sekali pakai.

Tempat sampah masker harus dibuat tertutup dan terpisah dengan jenis sampah lainnya demi mencegah penyebaran virus Corona Covid-19.

Sebab, masker yang dipakai pasti terkena droplet setiap kali seseorang berbicara. Droplet tersebut menempel di dalam bagian masker yang bisa saja mengandung virus Covid-19.

"Buang masker sekali pakai ke tempat sampah yang tertutup, lebih bagus lagi kalau kantor-kantor atau tempat umum lainnya menyediakan tempat sampah khusus masker," kata Ketua Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Lia Partakusuma di Jakarta, Minggu 21 Februari 2021.

Keberadaan virus di droplet yang tertempel pada masker yang harus diwaspadai. Di mana, masker sekali pakai berpotensi menularkan virus. "Karena kita enggak tahu orang itu mengandung virus atau enggak," kata dia mengakhiri.

Halaman12

Komentar

Loading...