Satpol PP dan WH Gerebek Empat Warung Makan di Aceh Tengah

Satpol PP dan WH Gerebek Empat Warung Makan di Aceh Tengah
Barang bukti makanan siap saji dari warung yang digerebek petugas, saat ini diamankan di Kantor Satpol PP dan WH Aceh Tengah di Buntul Kubu. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP - WH) Aceh Tengah menyisir warung warung yang menyediakan fasilitas untuk warga tidak berpuasa di bulan Ramadan. 

Dalam operasi itu, ditemukan empat warung menyediakan makanan dan minum di lokasi yang berbeda, yaitu satu di Paya Ilang dan tiga di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kamis 29 April 2021.

Tindakan ini dilakukan sesuai dengan perintah qanun Aceh nomor 11 tahun 2002, tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh. 

Atas dasar itu pihaknya menyegel warung-warung menyediakan makanan. Bahkan, pihaknya turut memboyong barang bukti makanan yang dijual ke kantor Satpol PP di Buntul Kubu. 

"Kami sudah lakukan sosialiasi terkait hal ini, bukan sembarangan segel, tapi buktinya masih saja ngeyel," kata Kasatpol PP Aceh Tengah, Syahrial Afri sembari menyebut tiada maaf bagi pelanggar. 

Ia mengajak masyarakat Aceh Tengah untuk menghargai datangnya bulan suci Ramadan, dan mematuhi peraturan pemerintah. 

"Lima hari puasa kami sudah sosialisasikan untuk tidak menjual makan minum disiang hari, buktinya masih saja menjual. Ada beberapa baskom dengan makanan siap saji disediakan, bahkan ada orang yang sedang minun kopi kami temukan," kata Syahrial. 

Tindakan itu, katanya menyalahi aturan.  Dalam surat edaran disebutkan warung-warung tidak boleh beroperasi pada pukul 05.00 - 16.00 WIB tidak boleh membuka warung atau memfasilitasi orang tidak berpuasa di dalam bulan suci Ramadan. 

"Barang siapa yang menyediakan fasilitas atau peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai uzur syar'i untuk tidak berpuasa pada bulan ramadan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat 1 dipidana dengan hukuman ta'zir berupa hukuman penjara paling lama satu tahun, atau denda paling banyak Rp3 juta atau hukuman cambuk di depan umum paling banyak enam kali, dan dicabut izin usahanya," ujar Syahrial membacakan aturan. 

Aturan lain untuk warga yang makan atau minum di tempat atau di depan umum pada siang hari saat bulan Ramadan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat 2 dipidana dengan hukuman ta'zir berupa hukuman penjara paling lama empat bulan atau hukuman cambuk di depan umum paling banyak dua kali.

"Ini aturan, jika tidak diindahkan kami akan segel warung atau usaha makanan anda yang melanggar," tutup Syahrial sembari menyebut barang bukti makanan itu akan dimusnahkan.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...