Seember Air Garam untuk Mengatasi Kemarau, BMKG Sebut Hoax

Seember Air Garam untuk Mengatasi Kemarau, BMKG Sebut Hoax
Ilustrasi | Foto: Merdeka.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Beredar isu terkait cara mengatasi kemarau (membuat hujan buatan) dengan seember air garam melalui sosial media, isu tersebut dipastikan hoax alias berita bohong. Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi kelas I Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh, Zakaria Ahmad.

"Bila ada pesan mengajak untuk menaruh air garam dibakom/ember terkait musim kemarau dan kebakaran hutan di beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan dengan berbagai alasan teori yang dibuat- buat, semua itu kalau tidak dikaji memang masuk akal. Tapi ini adalah hoax atau bohong/pembodohan," kata Zakaria saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Selasa, 24 September 2019.

Sebenarnya kondisi udara saat ini, kata Zakaria, kelembaban udaranya sangatlah rendah nyaris kering dan kondisi angin yang bertiup merupakan angin dengan uapan air cukup rendah. Dapat dikatakan angin tersebut dominan kering dengan udara atas panas. Sehingga kondisi tersebut tidak mendukung terbentuknya awan-awan konvektif atau awan yang menimbulkan hujan. 

Zakaria Ahmad, Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang. | Foto: Ist.

"Karena memang sekarang musim kemarau, jangankan dengan air satu baskom, dengan teknik modifikasi cuaca pun belum tentu bisa," katanya.

Untuk membuat Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan, terang Zakaria, pada saat ini juga tidak bisa dilakukan atau bahkan kemungkinan gagal juga tinggi. Sebab, awan konvektif tersebut tidak akan muncul kecuali pada kondisi atmosfer mendukung.

Seperti misalnya udara labil dan penguapan yang cukup kemudian angin yang bertiup mengandung uap air yang banyak, bukan membawa udara kering dan panas, seperti kondisi sekarang di provinsi yang sedang dilanda kebakaran hutan dan lahan.

"Maka kondisi tersebut memungkinkan untuk menimbulkan awan-awan konvektif.
Tentu saja tidak berguna sama sekali air garam di dalam ember, air laut sudah disediakan Allah berlebihan bahkan bisa membuat banjir di bulan Ber-Ber (September, Oktober, November dan Desember) di sebagian wilayah Indonesia secara umum di Aceh khususnya," kata Zakaria. ***

Komentar

Loading...