Sejak 2011, 90 Pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe Menunggak Sewa Kios

Sejak 2011, 90 Pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe Menunggak Sewa Kios
Kasi Datun Kejari Aceh Utara Simon. | Foto: KBA.ONE, Try Vanny

KBA.ONE, Aceh Utara - Sebanyak 90 pedagang di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, diketahui tidak membayar biaya sewa kios milik Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha Aceh Utara, terhitung dari tahun 2011 hingga 2020.

Sebelumnya, pada 15 Juli 2020, PD Bina Usaha telah memberikan surat kuasa dengan nomor 539/54/PDBU/2020 pada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk menyelesaikan perkara tersebut, karena pasar itu diketahui telah disewa dari tahun 1991. Namun biaya penyewaan telah berakhir tahun 2011.

"Tadi sudah kita adakan pertemuan dengan para pedagang, dan kita menjelaskan masalah tersebut. Kita juga mendata para pedagang, untuk segera dilakukan penagihan," kata Simon selaku Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Senin 27 Juli 2020.

Sebelumnya, sambung Simon, pihak PD Bina Usaha sudah mencoba melakukan penagihan terhadap para pedagang, namun tidak digubris. Jadi, mereka meminta bantuan khusus dari JPN untuk melakukan penagihan.

"Dari data yang kami terima, tunggakan yang dimiliki para pedagang mulai dari Rp9 hingga Rp10 juta setiap kiosnya. Penyewaan dengan jumlah itu untuk kurun waktu 20 tahun," tuturnya. *** 

Komentar

Loading...