Sejak Januari - Juli 2021, DHK3 Banda Aceh Kumpulkan 6.403 Kg Sampah

Sejak Januari - Juli 2021, DHK3 Banda Aceh Kumpulkan 6.403 Kg Sampah
Ilustrasi petugas kebersihan sedang mengangkut sampah. | Foto: Kumparan.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Terhitung sejak Januari sampai Juli 2021, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DHK3) Banda Aceh mengumpulkan sebanyak 6.403 kilogram (kg) sampah daur ulang, yang diangkut dari depo Waste Colleting Point (WCP) tersebar di gampong-gampong.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan B3 DLHK3 Banda Aceh, Asnawir, mengatakan sampah tersebut diangkut dari 30 titik WCP, di 16 kota di Kota Banda Aceh.

Rincian jumlah sampah yang diangkut dari setiap depo yaitu, WCP Alue Deah Teungoh sabanyak 1.860 kg, Gampong Lamjamee sebanyak 926 kg, Seutui 910 kg, Deah Glumpang 780 kg, WCP Deah Glumpang 780 kg, Kopelma Darussalam 399 kg, Gampong Peurada sebanyak 307 kg, Gampong Lambaro Skep 330 kg, Gampomg Blang 235 kg, Gampong Pie 218 kg, Pango Raya sabanyak 95 kg, Gampong Ilie 86 kg, Gampong Neusu Aceh 76 kg, Gampong Lam Ara 58 kg, Surien 53 kg, Gampong Peunyerat 46 kg, dan WCP Gampong Alue Naga 18 Kg.

“Kita ketahui bersama kalau di Kota Banda Aceh ada 90 gampong, hanya saja ini perlu waktu bagaimana kita membangun sebuah WCP di salah satu desa,” katanya, Senin 16 Agustus 2021.

Ia mengatakan hal inI perlu dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak aparatur gampong, untuk meningkatkan WCP hingga terlaksanakan kesemua gampong.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani turut mengapresiasi kepada gampong-gampong yang telah ikut berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah ini.

Hamdani menyampaikan berdasarkan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) nomor 64 tahun 2018, menerangkan bahwa pengurangan sampah pada tahun 2020 sebesar 22 persen dari timbulan sampah Kota Banda Aceh.

"Diharapkan atas upaya yang dilakukan dapat kembali mengantarkan Kota Banda Aceh meraih penghargaan Adipura tahun 2021,” katanya.

Ia menyebutkan pencapaian dari target pengurangan sampah tersebut tidak terlepas dari peran gampong-gampong yang mendukung program pemerintah yang telah dicanangkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sejak tahun 2019 untuk mengajak warga memilah sampah dari rumah dan menyetor Bank Sampah WCP terdekat, agar terwujudnya Banda Aceh bebas sampah pada tahun 2025.

“Meskipun saat ini baru 16 gampong yang telah mendukung Banda Aceh bebas sampah, diharapkan dari 73 gampong yang lainnya juga ikut berpartisipasi mengikuti program bank sampah WCP ini,” harapnya. | AYU, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...