Sejumlah Aktivis LSM dan PWI Agara Beri Dukungan kepada IPTU Sabrianda

Sejumlah Aktivis LSM dan PWI Agara Beri Dukungan kepada IPTU Sabrianda
IPTU Sabrianda. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Sejumlah aktivis Lembaga Sawadaya Masyarakat (LSM) dan pengurus persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara memberi dukungan kepada Kasat Narkoba yang baru, Iptu Sabrianda untuk memberantas pengguna dan pengedar narkotika di Aceh Tenggara.

Pernyataan secara lisan ini disampaikan bukan tidak beralasan, pasalnya peredaran dan penggunaan narkoba khususnya jenis sabu-sabu di bumi Sepakat Segenep Aceh Tenggara, hingga saat ini tercatat sangat meluas dan meresahkan.

Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara, M.Saleh Selian, kepada KBA.ONE, Rabu 13 Januari 2020, menyatakan mendukung sepenuhnya kinerja kasat narkoba, Iptu Sabrianda dalam membasmi peredaran narkoba di wilayah itu.

Ia beralasan, Sabrianda dalam beberapa tahun silam pernah menjabat sebagai Kapolsek Babussalam, dinilai sukses dalam pemberantasan narkoba.

"Bukan rahasia lagi, Kecamatan Babussalam itu dikenal dengan masuk zona merah dalam peredaran narkoba jenis sabu. Namun selama menjadi kapolsek di wilayah Babussalam, beliau terhitung berhasil menekan serta memberantas peredaran narkoba tersebut meskipun belum maksimal," sebut Saleh.

Saleh menambahkan, saat ini Sabrianda dipercayakan oleh Kapolda Aceh untuk menjabat sebagai kasat narkoba di Polres Aceh Tenggara, secara moril bersama aktivis dan masyarakat siap membantu kinerja kasat narkoba di lapangan.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) PWI Aceh Tenggara, Sumardi berharap Satreskoba baru ini bisa menjalin komunikasi dengan masyarakat, pers serta aktivis untuk bersinergi bagaimana caranya agar peredaran narkoba ditekan semaksimal mungkin.

"Jangan ada kesan seolah-olah pemberantasan narkoba hanya seremonial saja, artinya jangan hanya terlihat yang ditangkap adalah pemakai atau kurir. Sejatinya yang dicari adalah bandar narkoba, bila perlu dilakukan tindakan tegas karena bandar adalah perusak generasi," tegas Sumardi.

Di samping itu, kata Sumardi, dapat dipastikan orang yang direkrut menjadi personel Satreskoba adalah betul - betul bersih dari nerkoba, misalnya jangan direkrut apabila desanya pun termasuk zona merah narkoba. Sebab dikhawatirkan ada asumsi publik dan permainan di lapangan, artinya tidak mungkin lantai bersih manakala sapunya tidak bersih.

Untuk diketahui, Iptu Sabrianda merupakan personel Polres Aceh Tenggara yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara. Selama menjabat sebagai Kapolsek Babussalam, ia pernah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tenggara Rp119 juta pada Maret 2017, yang melibatkan dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinkes Agara pada kasus perpanjangan Surat Keputusan (SK) Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Kemudian, Sabrianda dilantik menjadi Kasat Narkoba pada 5 Januari 2021, untuk meyambung dan menyelesaikan tugas yang ditinggalkan oleh kasat narkoba yang lama, Ipda Andreas Ginting berbagai persoalan penanganan kasus- kasus narkoba.

"Salah satu PR terberat yakni ratu ekstasi RE dan FJ yang diduga memiliki 100 butir pil ekstasi menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Agara, sesuai yang diberitakan sejumlah media beberapa bulan lalu hingga kini belum tuntas," tutup Sumardi.***

Komentar

Loading...