Publikasi Renstra Dinilai tak Terbuka

Sejumlah Mahasiswa Sambangi Disdik Lhokseumawe

Sejumlah Mahasiswa Sambangi Disdik Lhokseumawe
Aksi yang dilakukan mahasiswa di Kantor Dinas Pendidikan Lhokseumawe. | Foto: KBA.ONE, Try Vanny

KBA.ONE, Lhokseumawe - Sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Lhokseumawe, untuk melakukan aksi dan menyampaikan protes yang menganggap dinas terkait tidak terbuka dalam mempublikasikan rencana strategis (renstra), Senin 3 Mei 2021.

Kelompok Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) ini menganggap, Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe tidak pernah terbuka dalam mempublikasikan Renstra sesuai Undang-Undang (UU) nomor 14 tahun 2018. Mereka juga mempertanyakan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus), yang seharusnya menunjang proses pendidikan. 

Koordinator aksi, Nanda Risky mengatakan persoalan tersebut dapat menjadi penghambat dalam proses memajukan pendidikan. Selain itu, nasib guru honorer maupun tenaga harian lepas juga harus diperhatikan, karena sangat jauh dari kata sejahtera.

"Guru ini garda terdepan dalam mendidik anak bangsa, namun itu semua tidak akan tercapai jika faktanya guru sendiri belum sejahtera," ucap Risky.

Pihaknya, menuntut dinas terkait dapat membahas persoalan tersebut dengan Wali Kota Lhokseumawe untuk merekomendasikan guru honorer yang sudah lama mengabdi agar segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Pengabdian yang telah mereka berikan cukup lama, dan negara layak memberikan perhatian serius kepada para guru honorer tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe Ibrahim, mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa memberi hak usul, akan tetapi hasil tetap mengikuti regulasi sesuai aturan.

"Ada tiga poin yang menjadi tuntutan mahasiswa, namun di sini saya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan wali kota, karena semua keputusan ada pada beliau," kata Ibrahim di hadapan mahasiswa.***

Komentar

Loading...