Selai Srikaya Rendah Gula dengan Varian Berbeda

Selai Srikaya Rendah Gula dengan Varian Berbeda
Selai srikaya rendah gula | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Besar - Selai srikaya merupakan makanan khas daerah Aceh yang sudah dikenal luas dan dikonsumsi sebagai olesan roti, ketan, timpan, kue jala, peungat dan makanan lainnya. Namun demikian, selai srikaya berbeda dengan lazimnya selai biasa.

Selai srikaya adalah selai yang bahan bakunya bukan berasal dari buah segar, melainkan terbuat dari santan, telur, gula dan diberi aroma khas daun pandan atau vanili. Adonan santan dan telur dimasak dengan api kecil perlahan hingga mengental dan beremulsi dengan minyak santan hingga rasanya gurih manis dengan aroma kelapa yang wangi. Warna selai srikaya ialah kuning kecokelatan dengan tekstur yang kental.

Selai srikaya telah dipasarkan di swalayan seputaran Banda Aceh, Aceh Besar | Foto: Ist

Ibu Nurma merupakan salah seorang pembuat selai srikaya di desa Bakoy, kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ia memulai usahanya sejak tahun 2011 dengan memasarkan produk selai srikaya, kemudian menjualnya dengan mensuply permintaan ke warung kopi, cafe yang ada disekitar kota Banda Aceh dan Aceh Besar, seperti Solong Mini, pemesanan individu, dan acara-acara khusus.

Tim penggerak selai srikaya rendah gula asli Aceh Besar | Foto: Ist

Ibu Nurma biasanya akan memproduksi selai dalam jumlah 21 kg dalam seminggu, dan akan bertambah besar apabila ada event-event seperti piala dunia bola kaki, GP, maulid nabi, acara pernikahan, dan masih banyak lainnya.

Selama ini pemasaran sangat bergantung pada warung kopi dan semua kondisi yang menyebabkan peningkatan atau penurunan jumlah pengunjung ke warung kopi akan berdampak pada produksi selai semakin meningkat atau menurun. Sebenarnya, Ibu Nurma berkeinginan untuk mengembangkan usaha produk selai srikaya dengan varian berbeda dan ke taraf yang lebih baik bisa dijadikan oleh-oleh khas Aceh baik ditingkat lokal maupun nasional melalui beberapa inovasi selai terbaru.

Namun fasilitas dan ilmu pengetahuan yang masih kurang serta keterbatasan modal membuat mereka tidak percaya diri merasa enggan untuk memproduksi selai dengan varian berbeda sekaligus memasarkan dalam skala yang lebih besar. Akibatnya mereka hanya membuat selai srikaya tanpa varian yang berbeda dan memasarkannya ke toko-toko kecil di bandingkan mengembangkan pasar dan berinovasi pada cita rasa produk selai srikaya dengan varian berbeda mengikuti tren konsumen saat ini.

Penyuluhan produk selai srikaya rendah gula | Foto: Ist

Padahal kita ketahui bersama bahwa kebutuhan masyarakat untuk produk makanan dan minuman olahan praktis yang sehat sudah sangat dibutuhkan, apalagi dengan berlakunya MEA. Selain itu, hal lain yang mendorong berkembangnya produksi selai ialah karena menjamurnya industri roti yang menjadikan selai sebagai salah satu pelengkap utamanya.

Dalam meningkatkan mutu kualitas dalam proses pembuatan selai, tim pengabdian dari Universitas Syiah Kuala melakukan pengabdian di salah satu lokasi pembuat selai di desa Bakoy, kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, dengan cara pengamatan langsung dan wawancara serta pendampingan agar produksi lebih sempurna.

Adapun tujuannya untuk memberikan inovasi cita rasa dan packaging produk srikaya menjadi produk selai rendah gula dan varian conserves dengan pedekatan usaha mikro berbasis komunitas untuk peningkatan ekonomi.

Tim pengusul program ini terdiri dari dua staf pengajar pada fakultas kedokteran dan dari fakultas ekonomi Unsyiah.

Pengabdian ini sesuai dengan tingkat kompetensi masing-masing. Dr. Indayani.,SE., M.Si, Ak, CA, dari fakultas Ekonomi, sebagai ketua pengusul, bertanggung jawab terhadap keberhasilan pengabdian ini.

Salahsatu tujuan pengabdian untuk mengubah selai dengan Inovasi rasa dilakukan dengan menambahkan buah segar sebagai paduan rasa manis dan asam buah yang memberikan rasa segar dan kandungan vitamin yang tinggi. Kemudian, gula sebagai pemanis akan digantikan dengan air tebu sebagai pemanis alami yang lebih sehat.

Produk selai rendah gula juga sangat diminati masyarakat yang telah berusia di atas 40 tahun dan masyarakat yang memiliki gangguan berat badan, hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko terkena diabetes, obesitas, dan penyakit lainnya yang dipicu akibat asupan makanan yang tinggi kadar gula. sehingga selai tersebut tetap enak dan dapat dinikmati oleh semua orang baik yang sehat maupun orang yang memiliki penyakit.

Pengabdian yang dilakukan juga untuk mengembangkan usaha selai srikaya dalam rangka perluasan pasar atau produk melalui pemasaran dan pengemasan yang tepat dan inovatif untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat khususnya Aceh.

Komentar

Loading...