Selalu Bermasalah, Nasabah Kecewa Manajemen Bank Syariah di Aceh

Selalu Bermasalah, Nasabah Kecewa Manajemen Bank Syariah di Aceh
Ilustrasi | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Pengguna jasa perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMA, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Aceh Syariah mengeluhkan managemen dan dukungan Information Technology (IT) perbankan di Aceh saat ini.

Pasalnya, masyarakat harus dihadapkan dengan kekosongan kas pada mesin ATM,  gagal saat mentransfer saldo terdebit, yang menyebabkan antrean panjang. Terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, para nasabah ramai melakukan transaksi.

Salah seorang nasabah BSI di Banda Aceh, Erika Mulyani, menyayangkan sistem perbankan saat ini di Aceh, karena selalu mengalami gangguan seperti kekosongan kas di mesin ATM dan gagal saat melakukan transfer baik antar bank maupun bank yang sama.

“Pernah sekali transafer melalui mobile banking (m-banking) saya gagal. Alhamdulillah si punya toko ngecek, rupanya uang udah masuk. Untung enggak transfer dua kali,” ungkapnya kepada KBA.ONE, Selasa 4 Mei 2021.

Kemudian, salah seorang nasabah lainnya, Widiya, mengaku beberapa hari lalu melakukan pembayaran melalui m-banking BSI di salah satu aplikasi online shop. Saat itu, kata dia, status transaksi gagal. “Rupanya uangnya sudah terpotong double, seharusnya Rp200 ribu menjadi Rp400 ribu,” katanya.

Halaman12

Komentar

Loading...