Sembilan "Pemain" Narkoba Ini Ditangkap Polisi, Salah Satunya Wanita

Sembilan "Pemain" Narkoba Ini Ditangkap Polisi, Salah Satunya Wanita
Sembilan "pemain" narkoba digelandang ke Polres Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Sembilan "pemain" narkoba jenis sabu ditangkap Kepolisian Resort Aceh Tengah melalui Satres Narkoba, salah satunya wanita.

Kesembilan orang tersebut berinisial NMH wanita, 34 tahun, warga Kecamatan Pegasing, MP, 34 tahun, warga Kecamatan Lut Tawar, FG, 22 tahun, warga Kecamatan Bies, EW, 31 tahun, Kecamatan Silihnara.

Kemudian, BM, 18 tahun, asal Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan raya, HG, 43 tahun, warga Kecamatan Lut Tawar, NMS 29 tahun, Kecamatan Bebesen, MH, 29 tahun, Kecamatan Pegasing, dan SP, 23 tahun, warga Bies.

Menurut Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, didampingi Kasat Narkoba, Ipda Adam Maulana, mengatakan ditemukannya
narkoba jenis sabu sebanyak 332 gram adalah milik pemain lama.

"Menurut hasil penyidikan, sembilan orang ini sudah ada yang pernah menjadi narapidana, berarti pemain lama. Namun tidak tertutup kemungkinan ada juga pemain baru,” kata Adam saat konferensi pers dengan awak media di Mapolres setempat, Senin 08 Maret 2021.

Menurut Sandy, pihaknya berhasil menangkap terduga pelaku dengan cara undercover buy (pembelian terselubung). Istilah ini sering digunakan polisi dalam misi menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba.

Teknik khusus itu sering dilakukan dalam penyelidikan tindak pidana narkotika dan precursor narkotika, dimana seorang informan atau anggota polisi (di bawah selubung) bertindak sebagai pembeli dalam jual beli narkotika.

“Ini program antik yang sedang kita jalankan di Aceh Tengah, buktinya sembilan tersangka berhasil ditangkap," kata Sandy sembari memberi peringatatan kepada penyalahguna narkoba di wilayah hukum yang ia pimpin itu.

Selain barang bukti narkoba, polisi berhasil mengamankan satu unit mobil merek Datsun GO, serta dua unit Sepeda Motor merek Beat dan Vario.

Kapolres Aceh Tengah memberi apresiasi atas kinerja Satuan Reserse Narkoba yang telah kerja ekstra, demi memutus rantai penyebaran narkoba di kabupaten penghasil ikan depik itu.

“Terima kasih dan patut kita berikan reward kepada tim Satresnarkoba yang telah bergerak dan berhasil menagkap sindikat narkoba di kabupaten yang kita cintai ini. Cepat atau lambat, kalian yang masih mengkonsumsi serta menjual narkoba di kabupaten ini, siap-siap kami tangkap," timpal Sandy Sinurat memberi peringatan.

Ke sembilan terduga pelaku itu dijerat dengan pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1), Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling rendah 4 tahun dan paling lama 20 tahun.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...