Sempat Buron, Bos Narkoba Ditangkap di Banda Aceh

Sempat Buron, Bos Narkoba Ditangkap di Banda Aceh
Konferensi pers di Kejati Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur menangkap terpidana berinisial DW, atas tindak pidana narkotika, Kamis 21 Januari 2021, sekira pukul 15:30 WIB,

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Muhammad Yusuf, mengungkapkan sebelumnya DW masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Aceh Timur, berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Nomor B-1120/L.1.22/Euh.3/05/2020 tanggal 11 Mei 2020.

"DW menjadi buronan Kejari Aceh Timur kurang lebih dua tahun. Adapun, kronologis penangkapan terpidana DW berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejati Aceh dan Tim Tabur Kejari Idi yang dipimpin oleh Koordinator Intelijen Kejati Aceh, Farid Rumdana," ungkap Yusuf.

Yusuf menyebutkan penangkapan dilakukan saat terpidana sedang berada di Pelabuhan Perikanan Indonesia Lampulo Banda Aceh, saat ia tengah memuat barang untuk bersiap untuk melaut. "Kebetulan beliau nelayan, jadi pas di laut sana kita tangkap," katanya.

DW merupakan terpidana yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkoba. "Ini bosnya narkoba ini," ujarnya.

Yusuf menyampaikan perkara yang dilakukan DW terjadi sekitar April 2018 di Desa Blang Buket, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur. Saat itu, terdakwa didatangi oleh ZF, untuk memberikan narkotika jenis sabu sebanyak 77,45 gram untuk dijual.

"Sekarang, alhamdulilah Kejati Aceh tabur pada Minggu ini telah melakukan tiga kali penangkapan. Alhamdulillah, atas doa dan bantuan rekan-rekan para media (wartawan) sehingga yang bersangkutan bisa kami tangkap," ucapnya.

Sementara, data buronan di Kejati Aceh saat ini kurang lebih 41 orang. "Kemarin ada penambahan data empat orang, jadi 45 orang. Sekarang sudah ditangkap tiga orang masih ada sisa 42 orang. Doakan mudah-mudahan sisa 42 orang ini dalam waktu yang singkat kami dapat menuntaskan," sambungnya.

Berdasarkan upaya hukum kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, maka selanjutnya Mahkamah Agung (MA) berdasarkan Putusan Kasasinya Nomor 4335 K/Pid.Sus/2019 tanggal 12 Desember 2019 dalam putusannya menyatakan terdakwa DW, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjual narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman” beratnya melebihi lima gram.

Kemudian, menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama sembilan tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...