Sempat "Mati Suri", Jembatan Ranto Panyang Dibangun Kembali

Sempat "Mati Suri", Jembatan Ranto Panyang Dibangun Kembali
Peninjauan lokasi pembangunan jembatan di Ranto Panyang yang sempat terhenti. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Jaya - Selama tiga tahun pekerjaan jembatan di Ranto Panyang "mati suri", kini Bupati Aceh Jaya, Teku Irfan TB, kembali melanjutkan pembangunan jembatan di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.

"Pekerjaan itu dilanjutkan, sebagai bentuk respon Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dalam mengatasi permasalahan yang dialami masyakat selama ini," kata Irfan, Kamis 17 Desember 2020.

Setelah ditinjau bersama, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Kabupaten Aceh Jaya merencanakan pembangunan jembatan itu akan dilanjutkan kembali di 2021. Untuk perkiraan kebutuhan anggaran mencapai angka Rp3 miliar. "Nanti Dinas PUPR akan melakukan kajian kembali terkait kebutuhan realnya. Sementara, untuk anggarannya akan kita rencanakan melalui dana Otonomi Khusus (Otsus)."

Ia menambahkan bahwa jembatan di Desa Ranto Panyang sangat penting bagi masyarakat setempat, karena jembatan itu merupakan jalur akses warga menuju lahan perkebunan, juga sebagai jalan terobosan lebih dekat menuju kota Calang.

Di hari sebelumnya, pihaknya memfokuskan fungsional anggaran untuk pembangunan jembatan di Geuni, karena itu juga merupakan akses menuju area perkebunan masyarakat. "Jadi, jembatan Ranto Panyang itu sudah lama tidak dilanjutkan dikarenakan anggaran yang terbatas. Maka, sudah kami perintahkan Dinas PUPR dan semua dinas. Apabila domuken sudah siap, segera dilakukan pelelangan dan
Insya Allah di akhir tahun 2021 akan rampung," harap Teuku Irfan.***

Komentar

Loading...