Seni Dewa Menjual Sampah Hingga Rp7 Juta

Seni Dewa Menjual Sampah Hingga Rp7 Juta
Seni rupa instalasi karya Dewa. | Foto KBA ONE: Icha

Banyaknya sampah yang bertumpukkan di bibir danau membuat hati Dewa tergerak untuk mengolahnya.

KBA.ONE, Banda Aceh – Beberapa bingkai lukisan tampak terpajang di dalam anjungan Aceh Tengah (Gayo) di Pekan Kebudayaan Aceh VII. Namun, ada 3 di antara itu berhasil mencuri perhatian pengunjung hingga terperangah, yaitu lukisan yang diolah dari limbah plastik.

Adalah Galang Shadewa, seniman bertangan dingin, yang menyulap sampah-sampah tak bermanfaat menjadi karya seni Indah. Jika sekilas ditengok, karya seni itu tidak menyerupai sampah. Tapi, setelah dipelototi, tampaklah perpaduan garpu dan tutup-tutup botol bekas minuman yang disulap menjadi sebuah karya seni rupa Instalasi.

Awalnya, pria kelahiran Batam 44 tahun silam ini cuma mengenal Gayo lewat browsing google di internet hingga ia memutuskan menetap di Gayo. Setelah itu barulah Dewa menekuni seni rupa mengolah sampah menjadi sebuah karya bernilai tinggi. “Jangan cuma kopi saja yang di-explore tapi sampah juga bisa lebih bernilai,” kata pria yang mengaku sudah tiga tahun menetap di Gayo, saat ditemui KBA.ONE di anjungan PKA VII, Selasa 7 Agustus 2018.

Debut Dewa menjadi seniman pengolah sampah dimulai ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di tanah Gayo. Dewa mengaku prihatin melihat sampah berserakan di mana-mana tanpa ada penanganan yang baik. Ia mengutip sampah-sampah itu dimulai dari pinggiran jalan hingga danau Laut Tawar. 

Karya seni dari sampah. | Foto KBA ONE: Icha.

Banyaknya sampah yang bertumpukkan di bibir danau membuat hati Dewa tergerak untuk mengolahnya. “Ironis, perkembangan pariwisata yang begitu pesat namun sampah di mana-mana. Ini membuat pemandangan indah menjadi kotor,” kata pria yang sempat berkelana keliling Asia itu.

Setelah menjadi karya seni tinggi, harga seni rupa instalasi ini dibanderol Dewa  dengan harga Rp7 juta hingga Rp10 juta, bahkan bisa lebih, tergantung tingkat kerumitannya. “Karya seni rupa ini juga sudah diekspor ke Singapora, Malaysia, dan  Thailand,” kata Dewa.

Bahkan, tambah Dewa, agar kelak ini bisa dijadikan sebuah karya seni khas dari Gayo, ia sudah mengajukan usulan kepada Pemda Aceh Tengah.”Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” ujarnya.

Galang Shadewa adalah alumnus Institute Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan seni rupa. Awalnya ia mengambil jurusan musik dan sekelas dengan Bim-Bim Slank. Tapi, di pertengahan jalan, ia memutuskan pindah ke jalur seni rupa.

Keputusan Dewa ini sempat disesali oleh teman-temannya. Tapi ia bergeming dan teguh dengan pendiriannya mendalami seni rupa instalasi.

Kini, Dewa telah melahirkan banyak karya seni rupa di kota dingin Aceh Tengah, mulai dari seni kaligrafi, lukisan, hingga seni rupa instalasi yang sudah menyebar hingga ke Asia Tenggara. ***

Komentar

Loading...