Senja yang Tenteram di Joel Bungalow

Senja yang Tenteram di Joel Bungalow
Suasana di Joel Bungalow. Foto-foto: Fauji

Suasana adalah salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh pengelola bungalow ini.

KBA.ONE, Aceh Besar - Angin sepoi-sepoi berhembus saat seorang pelayan mengantarkan tiga buah kelapa ke sejumlah pengunjung di Joel Bungalow, di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Sinar matahari mulai turun ke ufuk barat. Sinarnya memancar di meja berbahan kayu kelapa yang tersusun di beranda bungalow yang berada di bibir pantai.

“Air kelapanya manis. Tak perlu tambahan gula,” kata Bambang, Ahad sore pekan lalu. “Tepat sekali dinikmati sambil merasakan suasana yang tenang, rasanya tenteram sekali.”

Tempat parkir luas di dalam areal private.

Dalam sepekan terakhir, sudah dua kali Bambang mengunjungi bungalow yang bersisian dengan dinding lapangan golf. Bambang mengakui bahwa suasana yang didapat saat berada menikmati waktu sore bersama rekan-rekannya berbeda dengan yang biasa dia temui di Aceh. Suasana di bungalow itu, kata Bambang, membuatnya serasa berada di Pulau Dewata, Bali. Suasana ini membuatnya ingin kembali ke sini.

Suasana adalah salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh pengelola bungalow ini. Terdapat enam rumah-rumah kayu yang berada di sekitar paviliun utama. Di antara pantai dan paviliun itu, berderet sejumlah kursi dan pondok kecil, juga berbahan kayu dan beratap daun rumbia. Jika cuaca cerah, ini adalah lokasi pas untuk bercengkerama dengan keluarga dan handai taulan sambil menikmati sajian khas yang diracik dan dimasak oleh koki berkelas restoran bintang lima.

Pondok dan tempat duduk dengan latar belakang bangunan utama.

Hanya keberadaan sederet tembok batu penahan pasir yang sedikit mengganggu. Namun ini juga menjadikan suasana di lokasi itu unik dan eksklusif. Julfikri, pemilik bungalow, membelah gugusan batu gunung penahan pasir untuk membuat akses dari dan menuju pantai. Mereka yang ingin menghabiskan waktu berendam di lautan biru yang jernih, atau sekadar bermain di atas pasir putih yang bersih, dapat dengan mudah berpindah suasana.

Bangunan utama di Joel Bungalow terdiri dari teras yang lebar. Berlantai kayu dengan atap rendah, juga berplafon kayu yang dikelir cokelat. Saat malam menjelang, lampu-lampu bersinar kuning pedar dinyalakan. Menambah eksotik suasana di teras itu. Di sebelah kiri bangunan, terdapat musala yang dilengkapi dengan empat keran yang mengalirkan air setiap saat. Musala juga dibuat nyaman dengan karpet tebal, sangat nyaman dipijak.

Jalan ke pantai.

Kontras dengan pemandangan di luar, di bagian dalam bangunan itu, Julkifli membuat langit-langit ruangan yang tinggi. Ruangan itu adalah restoran dengan sejumlah ornamen dan lukisan di dinding. Sementara di dapur yang cukup besar, terdapat tungku bata untuk memanggang pizza, makanan khas Italia.

Urusan makanan, di Joel Bungalow, itu adalah hal penting. Selain makanan timur, para pengunjung juga dapat memesan sejumlah makanan ala barat. Jul juga memastikan bahwa seluruh makanan yang disajikan berasal dari bahan baru dan segar. Semuanya dari sekitar kawasan Lhoknga. Mulai dari kelapa hingga ikan.

suasana senja di Joel Bungalow.

“Semua saya beli dari sekitar sini, dari masyarakat. Ikan-ikan di sini juga hasil tangkapan nelayan hari itu juga. Kalau tidak habis, baru dibawa ke pasar,” kata Zul mengungkap sedikit rahasia dapurnya.

Ada enam bungalow kompleks ini. Disewakan dengan harga paling mahal Rp 400 ribu. Di sini juga disediakan paket gathering atau pesta dengan harga mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 250 ribu per orang. Meski akses jalan belum sepenuhnya rampung, Joel adalah salah satu tempat berakhir pekan yang layak direkomendasikan.

Komentar

Loading...