Sepatu Pak Joko

Sepatu Pak Joko
Sepatu Pak Joko; before. | Foto: twitter

Di Irak, George Bush pernah dilempar sepatu oleh seorang wartawan yang jengkel melihat Presiden Amerika itu.

SEPASANG sepatu mendadak viral pekan ini. Lebih tepatnya dipaksa viral. Memang, di dalam foto yang diunggah akun instagram @pramonoanungw, ada empat pasang sepatu yang tampak. Foto itu, yang sudah disebar dalam bentuk tangkapan layar memuat sepatu milik Pramono Anung, Wiranto, Basuki, dan Presiden Joko Widodo. Selain Joko Widodo, Anda tentu kenal nama ketiga orang lainnya.

Pramono memuat dua foto, sebelum dan sesudah; before, after. Foto satu memuat sepatu kotor, satu lagi kebalikannya. Tak lupa diselipkan tagar Riau, kerjakerjakerja, dan penangananasap.

Namun, dari empat pasang itu, yang paling menggugah perhatian umat adalah sepasang sepatu milik Joko Widodo. Sepasang sepatu presiden, yang awalnya bersih-bersih saja mendadak ternoda lumpur. Kita tentu kasihan__pada sepatu presiden, tentu saja, bukan sepatu Pramono, Wiranto, dan Basuki. Sepatu milik orang nomor satu di negara ini tercebur lumpur tanah di lokasi kebakaran hutan. Rupanya, sudah sedemikian hebatnya bencana Karhutla sehingga seorang presiden turun langsung ke lokasi. 

Sepatu Pak Joko; after. | Foto: twitter.

Harusnya, dari hemat kami, yang kotor itu cukup sepatu Pramono, Wiranto, dan Basuki. Cukup tiga pasang sepatu itu saja. Dan tak perlu viral segala. Tak usah sepatu-sepatu itu dijadikan komoditas politik sebagai tanda berkabung (dalam tanda kutip) terhadap bencana tersebut. Apa yang bisa diharapkan dari sepasang sepatu? Bukankah lebih enak nasi goreng yang dijadikan umpan politik?

Begini Pak Joko, Anda mungkin pernah tahu beberapa peristiwa politik di dunia ini yang viral gara-gara sepatu. Di Irak, George Bush pernah dilempar sepatu oleh seorang wartawan yang jengkel melihat Presiden Amerika itu. Di negeri tetangganya Irak, Mahmoud Ahmadinejad juga disasar sepatu oleh buruh yang protes karena tidak menerima tunjangan.

Beberapa peristiwa politik level dunia itu seharusnya menjadi alarm (dalam tanda kutip) untuk Pak Joko bahwa sepatu selalu jadi biang kerok. Politik sepatu itu nggak enak. Makanya, tak pantas dijadikan sebagai alat untuk berbelasungkawa kepada rakyat yang sedang bengek menghirup asap.

Lagi pula, Pak, tak elok rasanya sepatu cakep yang cocok dipakai untuk acara naik sepeda itu, dipakai berjalan-jalan di bekas hutan. Harusnya Bapak memakai sepatu boot yang cocok untuk medan seperti itu. Harusnya, lho, Pak.

Tapi, ya, rupanya Bapak lebih memilih sepatu itu. Sepatu "politik" yang mengunggah ingatan pada tragedi presiden Bush dan Ahmadinejad. Semoga Bapak tak bernasib serupa di tengah rakyat sesak akut, diteror kabut, kabut, kabut. Oh, Pak Joko, ada-ada saja Anda! ***

Komentar

Loading...