Sependapat dengan GASKAN, Pemkab Aceh Jaya akan Publikasi Penggunaan Dana Covid-19

Sependapat dengan GASKAN, Pemkab Aceh Jaya akan Publikasi Penggunaan Dana Covid-19
Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB. | Foto: KBA.ONE, Khadafy

KBA.ONE, Aceh Jaya - Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, sependapat dengan permintaan para demonstran saat melakukan aksi demo yang dilakukan Gerakan Aceh Jaya Serukan Keadilan (GASKAN), terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Kamis 15 Oktober 2020. Hal itu disampaikan Irfan, kepada KBA.ONE, di ruang kerjanya, Jum'at 16 Oktober 2020.

Ia mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa karena terlihat santun, tertib, dan aman.

Atas petisi yang disampaikan mahasiswa terkait penolakan UU Cipta Kerja, Irfan sepakat dengan apa yang disampaikan oleh mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan sudah ditandatangani oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK). "Kita berharap UU Omnibus Law ini tidak dilaksanakan oleh pusat," harap Irfan.

Kemudian, petisi mengenai penggunaan dana Covid-19, jelas Irfan TB, pihaknya akan mempublikasikan penggunaan dana tersebut. Baik dana yang sudah digunakan maupun dana bantuan yang diberikan Gubernur Aceh, dalam rangka penangan dampak Covid-19 yang dikelola beberapa dinas dengan jumlah Rp15 miliar.

Selain itu, ia juga menerangkan bantuan dana yang dikelola beberapa dinas, seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, sebesar Rp3,11 miliar, Dinas Kesehatan, sebesar Rp2,85 miliar. Kemudian, Dinas Pangan, Rp920 juta, dan Dinas Kelautan Perikanan, Rp514 juta.

"Sedangkan anggaran terbesar dana bantuan dari provinsi itu, dikelola oleh Dinas Pertanian Aceh Jaya, sebesar Rp7.640 miliar. Sementara, untuk Dinas Industri Perdangan, sebesar Rp830 juta," ungkap Irfan TB.

Namun demikian, Irfan menegaskan terkait anggaran dikatakannya tersebut, itu belum digunakan. Alasannya, karena harus dimasukan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) yang memang sudah dievaluasi oleh provinsi, dan anggaran itu yang akan kita gunakan di APBK-P nantinya. "Sedangkan untuk realisasinya saat ini masih 0 persen," sebutnya.

Selain itu, semua dana yang digunakan, ia juga sudah meminta kepada dinas terkait untuk membuat laporannya. "Walaupun ini masih dalam tahun anggaran, jadi belum ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)."

Setelah diaudit, Irfan berjanji akan mempublikasikan semuanya, seperti yang sudah pernah ia lakukan pada APBK murni, Baik itu melalui media dan baliho. "Jadi, tidak ada yang ditutupi terkait dana tersebut," tutup Irfan TB.***

Komentar

Loading...