Seragam Baru Belajar Tatap Muka SD IQ

Seragam Baru Belajar Tatap Muka SD IQ
Suasana belajar secara tatap muka di SD IQ Banda Aceh. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Setelah diperbolehkan kembali mengenakan seragam sekolah, banyak orang tua murid harus membeli seragam yang baru. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Dasar (SD) Islam Qur’ani (IQ), Lusiana, Selasa 5 Januari 2021.

Lusi mengatakan banyaknya wali murid membeli seragam baru karena bertambahnya ukuran badan anak, setelah sekitar 10 bulan terakhir proses belajar mengajar dilakukan secara dalam jaringan (daring) akibat pandemi Covid-19. Kalaupun dilakukan secara luar jaringan (luring), para siswa tetap belum diwajibkan mengenakan seragam.

Ia menyebutkan kembalinya belajar mengajar secara tatap muka membuat antusias dan semangat para siswa semakin bertambah. Walaupun masih dibayangi dengan Covid-19 yang belum berakhir.

Saat ini, kata dia, belajar secara daring masih tetap dilakukan, tentu untuk pemantauan kemajuan anak-anak di rumah. “Juga apabila ada anak yang kurang sehat atau ada keluarga yg terpapar Covid -19 maka dilarang untuk bersekolah, sehingga murid-murid yang tidak bisa berhadir juga masih bisa belajar via daring,” jelasnya kepada KBA.ONE.

Untuk pelaksanaan belajar secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini, Lusi menjelaskan semua murid bisa hadir selama lima hari dalam sepekan, hanya waktunya saja yang dipersingkat, setiap shift hanya tiga jam dalam sehari. Ini dilakukan sesuai Standard Operasional Prosedure (SOP) dan arahan dari Dinas Pendidikan Aceh.
Hingga kini, ia mengaku belum memiliki kendala, karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Hanya saja bagi kelas satu, dua, dan tiga, para gurunya harus lebih ekstra mengingatkan para murid untuk selalu memakai masker dengan baik, menghindari kerumunan ketika mereka sedang berada di luar kelas, dan menunggu penjemputan dari orang tua masing-masing.

“Alhamdulillah, mereka belajar memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di wastafel, dan diukur suhu tubuh dengn thermogun, serta menjaga jarak di kelas,” jelasnya.

Lusiana berharap supaya proses belajar secara tatap muka seperti ini merupakan awal yang baik, serta akan berlangsung sampai dengan seterusnya. Sehingga tidak ada lagi pandemi yang dapat menghalang-halangi peserta didik untuk meraih ilmu di sekolah.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...