Serapan Wisudawan Vokasi di Dunia Industri Masih Rendah

Serapan Wisudawan Vokasi di Dunia Industri Masih Rendah
Ilustrasii pekerja PT. Pertamina. | Foto: Detik.com

KBA.ONE, Jakarta – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020, total pekerja di Indonesia tercatat sebanyak 131,03 juta jiwa, dan hanya 2,79 persen saja yang merupakan jebolan vokasi (D1-D3). Bisa saja ini terjadi karena adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualifikasi lulusan vokasi.

Hal ini disampaikan Sekretaris Universitas Pertamina, Roby Hervindo, melalui press rilisnya, Kamis 25 Maret 2021.

Roby mengatakan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualifikasi lulusan vokasi ditengarai, menjadi salah satu biang keladi rendahnya serapan wisudawan vokasi di dunia industri, hingga kesulitan unjuk gigi.

Di sisi lain, kata dia, PT. Pertamina (Persero) sebagai holding company bidang energi, saat ini tengah getol membangun megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP), yang dilakukan di lima lokasi yakni Cilacap, Balikpapan, Plaju, Balongan, dan Dumai. “Megaproyek ini bakal membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama lulusan vokasi, ungkap Roby.

Untuk itu, Universitas Pertamina ditugaskan BUMN energi melakukan revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi, terkhusus bagi lima sekolah vokasi yang terletak di sekitar lokasi kilang.

Sementara, Rektor Universitas Pertamina, Prof. I Gusti Wiratmaja Puja, Selasa 23 Maret 2021, mengungkapkan dilakukannya revitalisasi agar kurikulum yang sudah diterapkan di sekolah vokasi saat ini dapat lebih "sreg" dengan kebutuhan industri.

Gusti menyampaikan kurikulum vokasi baru yang telah dirampungkan tim Universitas Pertamina, akan disosialisasikan kepada lima politeknik di waktu yang berbeda, yakni AKAMIGAS Balongan 17 Maret 2021, Politeknik Negeri Cilacap 19 Maret 2021, Politeknik Negeri Samarinda 22 Maret 2021, Politeknik Negeri Balikpapan 23 Maret 2021, dan STT Migas Balikpapan 23 Maret 2021.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina, Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, menjelaskan revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi mencakup standar kompetensi lulusan, rencana pembelajaran semester, kualifikasi dosen, dan instrumen penilaian.

“Kami harap ke depannya baik lulusan sarjana maupun vokasi dapat sama-sama bersinergi mengisi pos-pos kerja. Demi mewujudkan cita-cita menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke lima di dunia pada tahun 2024, seperti diprediksi oleh World Bank dan IMF,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka pendaftaran ujian masuk dalam jaringan (daring) untuk tahun akademik 2021/2022.

Pendaftaran telah dibuka sejak 15 Maret hingga 15 April 2021. Seleksi ini dapat diikuti oleh lulusan SMA/SMK/MA tahun kelulusan 2017 hingga 2021. Siswa-siswi dapat memilih empat program studi yang ada di Universitas Pertamina, disesuaikan dengan kelompok ujian yang dipilih dan latar belakang pendidikan SMA/SMK/MA/sederajat yang ditempuh.

Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran.***

Komentar

Loading...