Sesuai Petunjuk BPOM, Dinkes Pidie Nyatakan Vaksin Sinovac Aman

Oleh ,
Sesuai Petunjuk BPOM, Dinkes Pidie Nyatakan Vaksin Sinovac Aman
Vaksin Covid-19 Sinovac. |Foto: Kompas.com

KBA.ONE, Pidie - Di tengah kekhawatiran masyarakat Pidie soal piranti vaksin produk Sinovac untuk program vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan Pidie menyatakan aman sesuai hasil rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Turno Junaidi, yang dihubungi KBA.ONE, Rabu 13 Januari 2021, mengatakan vaksin produksi Sinovac biotech.inc sudah mendapat persetujuan dalam kondisi emergensi "Emergency Use Authorization (EUA)" dari BPOM pusat.

"Sesuai persetujuan BPOM, vaksin Sinovac untuk vaksinasi Covid-19 dinyatakan aman," kata Turno.

Lanjutnya, sesuai surat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor SR.02.06/II/80/2021, tentang distribusi vaksin dan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19, ada beberapa poin yang menyebutkan, sasaran vaksinasi Covid-19 adalah kelompok rentan yang berusia 18 hingga 59 tahun dengan pemberian secara bertahap. Sedangkan kelompok usia 60 tahun ke atas, akan divaksinasi setelah ada data keamanan yang cukup untuk kelompok usia tersebut yang disetujui BPOM.

Soal vaksinasi di daerah, Turno menyebutkan sesuai surat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemekes, akan dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi mulai 14 Januari 2021, dan sasarannya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, provinsi dan kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan provinsi.

Untuk Pidie, kata Turno, sesuai data awal ada 6.463 tenaga kesehatan yang sudah terdata secara online untuk dulakukan vaksinasi Covid-19, dan sesuai petunjuk pemerintah pusat dengan tentang waktu Januari hingga Februari 2021.

Untuk membangun kepercayaan publik, Turno Junaidi menjelaskan masih sesuai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, keamanan dan kehalalan vaksin akan dilakukan kepada 10 tokoh daerah provinsi, kabupaten/kota, mulai dari gubernur, bupati/wali kota, dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan DPRK, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit rujukan Covid-19, asosiasi tenaga kesehatan, perwakilan organisasi masyarakat, dan tokoh agama.

Sejurus dengan hal itu, Ketua MPI-KNPI Pidie, Zuhri Mauliddinsyah Adan, melalui pesan WhatsApp yang diterima KBA.ONE, menyebutkan soal beragam respon dari masyarakat adalah hal yang wajar. Makanya, pejabat provinsi dan kabupaten/kota beserta jajarannya akan mengikuti vaksinasi Covid-19 Sinovac seperti yang dilaksanakan pemerintah pusat.

"Karenanya, dalam pengambilan sikap terhadap kemauan vaksinasi Covid-19 dari pemerintah daerah baik dari provinsi dan kabupaten/kota dapat memberi contoh seperti yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, dan jangan sampai ada pejabat takut divaksin, yang seharusnya pemangku kepentingan dapat memberi teladan. Kemudian rakyat pun nantinya mau untuk divaksinasi," ungkap Zuhri Mauliddinsyah Adan.***

Komentar

Loading...