Setelah Ditutup, Tiga Sekolah di Banda Aceh Kembali Dibuka  

Setelah Ditutup, Tiga Sekolah di Banda Aceh Kembali Dibuka  
Spanduk yang dipasang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh di salah satu sekolah yang dianggap tidak menerapkan Prokes Covid-19, Selasa 12 Januari 2021. | Foto: KA.ONE, MHD Saifullah

KBA.ONE, Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh kembali membuka tiga sekolah yang sebelumnya dinyatakan ditutup sementara waktu, karena dianggap tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan Ismail, Rabu 13 Januari 2021, membenarkan hal tersebut. Setelah tiga sekolah yang sempat ditutup itu melakukan perbaikan dan membuat pernyataan dalam rangka menerapkan prokes yang ketat.

Saminan menyampaikan penutupan sementara sekolah tiga sekolah tersebut dilakukan pada Selasa, 12 Januari 2021, dimulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 46 Banda Aceh, pukul 11.00 WIB, dilanjutkan ke SD Negeri 14 Banda Aceh, pukul 12.00 WIB, dan SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh, sekitar pukul 15.30 WIB.

Pelanggaran prokes yang dianggap fatal menurut pihak dinas, diantaranya tidak melakukan pencatatan suhu tubuh siswa, tempat cuci tangan tidak sesuai dengan jumlah siswa. Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kamar mandi atau toilet, termasuk ruang belajar siswa yang dinilai kotor. "Padahal Standar Operasional Prosedur (SOP) kita sudah ada," ungkapnya.

Meski telah kembali dibuka dan bisa menggelar kegiatan proses mengajar secara luar jaringan (luring), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh tetap akan melakukan pengawasan terhadap ketiga sekolah tersebut, termasuk sekolah-sekolah lainnya.

Saminan meminta dukungan dari seluruh masyarakat, supaya tetap sama-sama menjaga protokol kesehatan. Sebab untuk bisa melaksanakan belajar tatap muka dibutuhkan perjuangan.

"Kita terus melakukan pengawasan tentu ini tidak akan pernah berhenti. Karena kita menghindari supaya nanti jangan sampai sekolah itu menjadi klaster daripada tersebar Covid-19," tutup Saminan.*** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...