Setelah Rusli Menghidu Udara Bebas Malaysia

Setelah Rusli Menghidu Udara Bebas Malaysia
Paspor milik Rusli. | Foto: Ist.

Rusli tidak memiliki riwayat kejahatan selama di Malaysia. Dia ditangkap karena tidak memiliki identitas dan dokumen resmi sebagai warga negara asing di Malaysia.

KBA.ONE, Banda Aceh - Rosle bin Hassan alias Rusli, 39 tahun, warga Punge, Banda Aceh, boleh berlega hati. Selain bisa menghidu udara bebas setelah dua tahun hidup di bui Pulau Pinang, Malaysia, kini Rusli kembali ke tanah leluhurnya di Aceh untuk memulai hidup baru.

Di Aceh, Rusli  tidak lagi memiliki tempat tinggal. Makanya Pemerintah Aceh mengambil inisiatif untuk  menempatkan pria sebatang kara ini di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) milik Dinas Sosial Aceh di Ladong, Aceh Besar.

“Dia tanggung jawab negara maka kita akan tampung di Liposos milik Dinas Sosial Aceh di Ladong,” kata Rohaya Hanum, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh.

Rohaya adalah orang yang ditugaskan oleh Pemerintah Aceh, lewat Dinas Sosial Aceh, untuk mengurus kelengkapan dokumen Rusli agar bisa dibawa pulang ke Aceh. Ia pun melakukan kontak personal dan koordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Malaysia.

Syahdan, urusan pemulangan Rusli ke Aceh pun berjalan lancar-lancar saja. Bahkan, setelah proses keimigrasian selesai, Rusli diantarkan langsung oleh Imigrasi Malaysia bersama KJRI ke Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk diserahkan kepada Pemerintah Aceh.

Kamis siang, 8 November 2018, Soraya sudah menerima penyerahan Rusli dari Konjen RI Malaysia. “Saya bertindak mewakili Pemerintah Aceh,” kata Rohaya Hanum yang mengaku sedang dalam perjalanan pulang ke Aceh.

Informasi penahanan Rusli diperoleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Malaysia dari Kantor Imigrasi Malaysia yang kemudian diteruskan ke Pemerintah Aceh.

Serah terima Rusli. | Foto: Ist.

Mendengar informasi tersebut, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, langsung memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh, Hudri, dan  diteruskan ke Rohaya Hanum, untuk mengurus proses pemulangan Rusli hingga akhirnya tiba ke Aceh.

Rusli tidak memiliki riwayat kejahatan selama di Malaysia. Dia ditangkap karena tidak memiliki identitas dan dokumen resmi sebagai warga negara asing di Malaysia.

Rusli ke Malaysia dibawa keluarganya ketika usianya masih 5 tahun. Oleh pihak keluarga, saat itu, Rusli dibuatkan KTP palsu. Tapi, sebelum tsunami, keluarga Rusli pulang ke Banda Aceh hingga ikut menjadi korban tsunami pada 2004.

“Tinggallah Rusli sebatang kara di Malaysia sampai akhirnya dia ditangkap oleh pihak keamanan setempat,” kata Rohaya, mengakhiri cerita tentang Rusli. ***

Komentar

Loading...