Shabela Sakit, Perdamaian di Kejati Ditunda

Shabela Sakit, Perdamaian di Kejati Ditunda
Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, bersama Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi (kiri foto). | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, berhalangan hadir di agenda penandatanganan perdamaian bersama wakilnya, Firdaus, yang diinisiasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Kejati Aceh, di Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati), Senin, 6 Juni 2020.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Muhammad Yusuf melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Aceh, Munawal Hadi, mengatakan, Bupati Aceh Tengah, Shabela, berhalangan hadir pada perdamaian hari ini karena sedang dalam kondisi tidak sehat atau sakit.

"Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan sakit yang ditandatangani dr Hardianish, yang diterima Kejati Aceh tadi malam," kata Munawal.

Munawal menyebutkan di dalam surat keterangan sakit tersebut, dinyatakan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, perlu menjalani istirahat mulai 5-8 Juli 2020.

Selain itu, lanjutnya, Kejati Aceh juga menerima surat dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah yang menyatakan Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Tengah memohon kepada Kajati untuk memaklumi upaya perdamaian yang saat ini tengah dimediasi Tim Pansus DPRK Aceh Tengah.

"Ini sedikit rancu, kami menerima surat dari mereka kemarin (Minggu). Namun, surat ditandatangani hari ini," tutur Munawal.

Sementara itu, terkait status agenda perdamaian itu, Munawal menjelaskan, agenda tersebut bukan dibatalkan. Namun, akan dilakukan penjadwalan ulang setelah Bupati Aceh Tengah kembali sehat.

Dalam agenda perdamaian itu, Wakil Bupati Aceh Tengah beserta beberapa tokoh masyarakat Aceh Tengah sudah hadir di Kejati Aceh sejak pagi tadi.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, mengatakan sangat beritikad baik dari dulu untuk berdamai bersama pasangannya itu. Menurutnya, perdamaian itu merupakan harapan seluruh masyarakat Aceh Tengah.

"Saya dari kemarin sudah berada di Banda Aceh. Namun, karena hari ini beliau berhalangan hadir karena sakit, saya berharap ada penjadwalan ulang untuk agenda perdamaian ini," ungkap Firdaus.

Salah seorang tokoh masyarakat, Zulkifli Rahman, sangat berharap kedua orang penting di Aceh Tengah itu untuk segera berdamai, baik melalui agenda seperti yang diinisiasi Forkopimda hari ini, maupun secara adat.

"Karena ada tiga fungsi dari Bupati dan Wakil Bupati, yaitu, bidang pemerintahan, pembangunan dan permasyarakatan. Jadi, jika mereka tidak akur bagaimana ketiga fungsi tersebut berjalan," tegasnya. ***

Komentar

Loading...