Wacana Pergantian Nama Reje

Shabela: Tidak Sembarangan Mengubah Qanun

Shabela: Tidak Sembarangan Mengubah Qanun
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. | Foto: Ist

KBA.ONE, Takengon - Wacana pergantian nama reje kampung (kepala desa) yang tengah berproses di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, ramai diperbincangkan. 

Pergantian nama reje ke kepala kampung mendapat beberapa penolakan dari sejumlah reje di kabupaten berhawa sejuk itu. 

Bahkan, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar sendiri menyebut tidak sembarangan mengubah qanun. Untuk merubah isi qanun itu, kata Shabela harus dipanggil orang-orang yang dulunya memberi nama reje untuk sebutan kepala desa. 

"Panggil orang-orang yang dulunya menyematkan sebutan reje untuk kepala desa di Aceh Tengah," kata Shabela Abubakar, Selasa 06 April 2021 di Takengon. 

Ia menyampaikan wacana peralihan nama reje itu harus dilakukan pembahasan ekstra di legislatif. Jika memungkinkan, atas nama bupati ikut serta duduk membahasnya. "Kalau diundang saya siap ikut membahasnya," tambah Shabela.

Ia juga telah mendengar tentang saran-saran pergantian nama itu, selain digadang diganti ke kepala desa ada juga masukan diganti menjadi cik.

"Saya juga sudah mendengar ada usulan diganti ke cik, kita lihat saja nanti, yang mana yang dikabulkan," ujarnya. 

Menurut Shabela, reje di melengkan itu berbeda sebutannya dalam pemerintahan, jika di dalam pemerintahan bisa saja yang disebut itu bukan reje. 

"Kita lihat di Gayo Lues sebutannya pengulu, ada juga di daerah tetangga datuk, hanya disini sebutannya reje. Kalau nanti saya diundang membahas ini, kita juga akan bahas siapa saja aaraq opat itu," kata Bupati. 

Diketahui, saat ini Badan Legislasi DPRK Aceh Tengah tengah membahas draft rancangan qanun nomor 4 tahun 2011 tentang pemerintahan kampung. Di dalamnya sebutan reje wacana diganti ke kepala desa, bahkan sebutan banta wacana diganti ke sekretaris desa.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...