Siap Kawal Vaksin, Kapolres Aceh Tengah: Masyarakat Jangan Termakan Isu Hoaks

Siap Kawal Vaksin, Kapolres Aceh Tengah: Masyarakat Jangan Termakan Isu Hoaks
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat. | Foto: Ist

KBA.ONE, Takengon - Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, mengaku siap mengawal pendistribusian vaksin Covid-19 dari Banda Aceh ke kabupaten berhawa sejuk itu.

Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan Rencana Pengamanan (Renpam) hingga mendarat di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tengah. "Kami akan koordinasikan lagi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dalam hal ini leading sector nya Dinkes. Kami siap mengawal, tentu pendistribusiannya dan penggunaan kewenanganya ada di pemerintah," kata Sandy Sinurat kepada KBA.ONE, Minggu 10 Januari 2021 di Takengon.

Lebih lanjut, kata Kapolres, Kepolisian tidak membiarkan vaksin Covid-19 menjadi hal yang tabu di tengah-tengah masyarakat, terlebih berimplikasi pada kekisruhan.

"Semua orang pasti ada juga yang ingin duluan di vaksin, tapi persediaan terbatas. Polisi juga mendapat jatah untuk divaksin, namun yang diutamakan Bhabinkamtibmas didahulukan, itupun terbatas, paling seratusan. Karena mereka berhubungan erat dengan masyarakat," katanya.

Namun lebih utama lagi, kata dia, tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSSUD) Datu Beru Takengon, setela itu baru menyusul yang lain. "Saya siap divaksin. Presiden aja siap, kok saya nggak siap, masalahnya bisa dapat tidak?," terang Sandy Sinurat berharap mendapat jatah untuk di vaksin.

Ia mengimbau kepada masyarakat Aceh Tengah tidak termakan isu-isu hoaks tentang vaksin, karena pemerintah sangat serius menangani Covid-19.

Sandy menegaskan jika ada yang mengatakn vaksin adalah rekayasa dan strategi pemerintah untuk menghabiskan anggaran, itu tidak benar. "Kita sudah serius menangani Covid-19, karena menyangkut hajat hidup orang banyak yang diutamakan pemerintah, semua cara sudah dilakukan seoptimal mungkin. Nah di samping itu, pencegahan lewat vaksin wajib dilakukan menghadapi pandemi ini," terang Sandy.

Ia meminta masyarakat khususnya di Aceh Tengah jangan percaya hoaks, yang ditayangkan belum tentu kebenaranya, percayalah kepada media-media resmi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengaku siap menjadi orang pertama untuk divaksin. Menurutnya, vaksin itu aman dan mampu meningkatkan imun tubuh. "Tidak perlu takut, apalagi menyebarkan berita-berita bohong. Saya orang pertama yang divaksin jika telah tiba di Aceh Tengah," kata Shabela.

Untuk diketahui, pada Januari 2021 sebanyak 557 tenaga kesehatan di Aceh Tengah menjadi sasaran awal mendapatkan jatah vaksinasi, dan sejumlah petugas vaksinator pun telah disiapkan dalam program tersebut.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...