Siapakah Pahlawan Covid-19?

Siapakah Pahlawan Covid-19?
Sharfina. | Foto: ist

"Apapun yang diperbuat oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya,".

(Ki Hadjar Dewantara)

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenraran, pejuang yang gagah berani. Patriotisme, nasionalisme, serta sikap selalu mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan atau kelompok merupakan jiwa kepahlawanan yang ingin dimiliki setiap masyarakat Indonesia terlebih bagi para pemuda generasi penerus bangsa.

Pahlawan kemanusiaan
di balik upaya memerangi musuh yang tak kasatmata bernama Virus Corona (Covid-19), ada sosok pahlawan, lengkap dengan baju astronot yang dipakainya. Mereka berada di garda terdepan, meski mereka tahu nyawa menjadi taruhannya. Sehingga sebagian dari pahlawan kemanusian itu, dipaksa menyerah atau kalah dari Covid-19

Saat ini, Covid-19 telah menyebar keseluruh dunia dan berstatus pandemi, korban jiwa terus bertambah dari hari ke hari.

Sebanyak 213 negara telah melaporkan memiliki kasus positif Covid-19. Pandemi corona bahkan membuat banyak negara maju harus berupaya ekstra keras agar jumlah kasus infeksi tidak terus melambung dan angka kematian pasien Covid-19 bisa ditekan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Worldometers, Jumat, 15 Mei 2020, pukul 17.40 WIB, total kasus positif corona di dunia telah mencapai 4.545.167 pasien.

Dari total 4,5 juta kasus itu, sebanyak 303.849 jiwa telah meninggal akibat penyakit Covid-19 sejak pandemi corona bermula pada akhir 2019 lalu.

Sebaliknya, jumlah pasien Covid-19 di dunia yang berhasil sembuh baru 1.715.862 orang, atau belum mencapai separuh dari total kasus positif corona di seluruh dunia.

Dengan demikian, masih ada 2.525.456 kasus aktif di dunia. Jutaan pasien Covid-19 itu masih menjalani perawatan dan isolasi di ratusan negara, dan 45.497 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Di antara 10 negara dengan kasus positif corona tertinggi di dunia, Rusia masih mengalami penambahan pasien baru yang paling banyak. Bahkan, dalam sehari terakhir, jumlah kasus baru di Rusia kembali menembus angka 10 ribu, tepatnya 10.598 pasien.

Panambahan pasien di Spanyol, yang memiliki kasus tertinggi kedua di dunia, juga terbilang tinggi dan belum menunjukkan tanda penurunan. Tercatat ada 1.721 kasus baru di Spanyol per Jumat, 15 Mei 2020.

Sedangkan data di Indonesia, Jumat, 15 Mei 2020, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 16.496 orang. Jumlah pasien yang sembuh sebanyak, 3.803 orang. Dan untuk kasus meninggal yang tercatat, sebanyak 1.076 orang.

Covid-19 ini sudah menjadi musuh semua negara, termasuk Indonesia, dan kita adalah sasaran dari kengerian Covid-19.

Kemudian, muncul pertanyaan, siapa yang paling tangguh, yang mampu mengalahkan Covid-19, yang nantinya layak menyabet gelar pahlawan? Apakah para medis? Atau pemangku kekuasaan?

Tidak ada yang dapat menjawabnya, karena jawabannya adalah kita semua.

1. Tenaga medis

Para dokter, perawat, dan kolega, dengan perlengkapan nya gagah berani melawan virus ini tanpa jeda. Kita semua tahu bahwa dalam peperangan melawan Covid-19 ini tenaga medis berada di garda terdepan. Mereka adalah orang-orang yang paling pantas memyabet gelar pahlawan. Karena telah mengorbankan jiwa dan raga serta meninggalkan keluarga untuk mengobati pasien Covid-19.

Dengan segala kekurangan yang ada di dunia medis terkait penanganan Covid-19, para medis masih berusaha untuk merawat pasien positif corona sekuat tenaga. Banyak sekali yang mereka korbankan, kita bahkan tidak bisa membayangkan jika bertukar posisi dengan mereka. Siang malam berjuang memerangi virus dengan kondisi tidur yang kurang, makan yang seadanya dan keluarga yang ditinggalkan.

Barangkali, jika berada di posisi mereka mungkin akan berpikir berkali-kali masuk dalam peperangan melawan corona ini. Untuk itu, segala hormat sudah sepantasnya diberikan untuk pahlawan medis tersebut. Semoga segala ikhtiar yang mereka lakukan dibalas oleh Yang Mahakuasa.

2. Pemerintah

Pemerintah berperan penting dalam memberantas Covid-19. Pemerintah yang sigap, tanggap, cepat, dan responsif juga sangat berpotensi menjadi pahlawan dalam pertempuran melawan Covid-19 ini. Pemerintah sebagai pemegang keputusan tertinggi di negeri ini, tidak diragukan lagi sangat layak dinobatkan sebagai pahlawan setelah perang melawan corona ini usai.

Namun, gelar kepahlawanan itu tidak akan didapat dengan mudah. Mereka, orang-orang yang memiliki kewenangan dan kekuasaan harus melakukan banyak hal hingga dapat berkontribusi dalam upaya memulihkan kondisi negeri dari serangan corona.

Pemerintah harus menjamin keselamatan tim medis dan melengkapi segala keperluan yang mereka butuhkan. Mulai dari peralatan keamanannya, stok obat-obatan yang diperlukan saat menangani pasien, hingga peralatan untuk tempat beristirahat ketika sudah letih.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah dituntut punya kecepatan dan ketepatan dalam mengambil sikap. Hal ini sangat berpengaruh terhadap peluang keberhasilan kita dalam peperangan melawan corona.

3. Masyarakat

Masyarakat, dapat berperan aktif sebagai pemutus rantai Penyebaran Virus Corona. Dengan menggunakan masker dan jaga jarak atau Physical Distancing. Merupakan salah satu cara yang paling efektif saat ini untuk memutus rantai penularan Virus Corona.

Ketua Relawan Gugus Tugas Andre Rahadian menyerukan masyarakat untuk dapat menang melawan wabah Covid-19 atau virus corona dengan menjaga diri satu sama lain. Kemudian juga memegang etika yang baik ketika bersin. Mari sama-sama produktif di rumah, sekolah di rumah, bekerja dari rumah, ibadah dari rumah. Kita lakukan dengan disiplin karena semua bisa menjadi pahlawan Covid-19.

Mari semua jadilah pahlawan, lindungi diri, lindungi orang lain, mari menangkan perang melawan Covid-19.

Selain itu, kaum rebahan (istilah milenials) dapat berkontribusi melawan Covid-19 ini dengan caranya masing-masing. Meski metode yang kita tempuh berbeda dengan cara yang dilakukan tim medis dan pemerintah, namun kontribusi kita sebagai warga sipil dalam perang melawan corona ini tidak dapat diabaikan.

Sebagai pengguna media sosial, berhentilah membagikan berita-berita hoaks yang berpotensi membuat panik masyarakat. Bukan tanpa sebab, tindakan latah yang barangkali selama ini kita lakukan membagikan berita hoaks tentang Covid-19 justru membuat suasana lebih mencekam dari kondisi sebenarnya.

Hal tersebut jauh lebih berbahaya dibanding serangan Covid-19 itu sendiri. Karena, pada titik dan derajat tertentu, orang-orang juga bisa meninggal dan panik sebelum waktunya karena saban hari mengonsumsi berita bohong yang di-framing sebegitu gawat terkait virus corona.

Maka dari itu, jika anda pegiat media sosial, tapi ingin berkontribusi dalam peperangan melawan corona ini, mulailah dengan berhenti memproduksi, membagikan, dan membudayakan hoaks. Dengan demikian, Anda sudah menjadi salah satu prajurit yang berkontribusi besar dalam perang melawan corona ini.

Cara ampuh untuk melawan Covid-19 diantaranya, tidak membuat keramaian, berdiam diri di rumah, mencuci tangan, dan jaga kebersihan.

Anggap saja ini adalah selemah-lemah ikhtiar yang dapat kita lakukan. Jika semua hal tersebut telah dilakukan, tugas terakhir yang sangat amat penting adalah melayangkan segala doa-doa baik kepada Sang Pemilik Semesta dengan harapan bencana pandemi corona ini segera berlalu.

Saya percaya, kita semua ingin kondisi ini segera berakhir. Maka dari itu, lakukanlah hal-hal yang perlu dilakukan. Jauhi hal-hal yang memang sudah selayaknya dijauhi. Semoga bumi ini cepat sembuh dan kita bisa berlebaran dengan khidmat dan suka cita.

4. Anak Muda

Para anak muda yang tidak memiliki latar belakang di bidang medis juga dapat berkontribusi melalui jaringan yang dibangun.
Anggota Aliansi Pemuda Surabaya Seno Bagaskoro mengajak seluruh anak muda agar berempati terhadap para tenaga medis yang berjuang di garda terdepan dalam memerangi wabah Covid-19.

Cara yang dapat dilakukan oleh para anak muda non-medis adalah dengan tetap berada di rumah. Ia bersama kawan-kawannya menginisiasi sebuah platform yang dinamakan "Indonesia Lawan Corona".

Melalui platform tersebut, mereka memproduksi konten kreatif terkait virus corona dan bekerja sama dengan influencer. Konten tersebut dapat berupa video hingga infografis. Mereka juga melakukan siaran langsung melalui media sosial.

Mereka juga berkomunikasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah.

Misalnya, dengan melaporkan terkait dugaan adanya kerumunan massa di Surabaya.

Mari kita semua teman-teman muda Indonesia, kalau kita mau memenangkan perang ini, mari berempati dengan kawan-kawan yang berada di garis medis. Mereka yang mengorbankan banyak waktu, tenaga dan pikirannya untuk nusa dan bangsa, dengan kita mau menuruti imbauan pemerintah, kita stay at home, kita bisa memenangkan perang ini kalau kita sadar peran kita. *

Penulis : Sharfina (mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dib bimbingan Harri Santoso S.Psi, M.Ed)

Komentar

Loading...