Siapapun yang Halangi Pembangunan MYC Berarti Tidak Ingin Aceh Maju

Siapapun yang Halangi Pembangunan MYC Berarti Tidak Ingin Aceh Maju
Nova Iriansyah didampingi Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, dan Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, melakukan pertemuan dengan masyarakat Kampung Persada Tongra, Kecamatan Terangun, Gayo Lues, Minggu 13 September 2020.

 KBA.ONE, Gayo Lues – Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, mengatakan siapa pun mereka yang menghalangi pembangunan jalan lintas, baik yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Barat Daya maupun dari Gayo Lues ke Aceh Timur merupakan orang yang tidak ingin Aceh Maju.

“Siapapun yang ingin menghalangi ini (pembangunan jalan) berarti orang yang tidak ingin Aceh maju. Mereka pasti akan berhadapan dengan masyarakat, karena tidak berpihak dengan masyarakat khususnya yang berada di pedalaman,” kata Amru di hadapan seratusan masyarakat Kampung Persada Tongra Kecamatan Terangun Gayo Lues, Minggu 13/09.

Amru mengatakan selama ini memang ruas jalan tersebut kerap dikerjakan, namun tidak pernah serius. “Pemerintah selama ini membangun jalan tembus tersebut dengan dana ‘cilet-cilet’.” Selesai di depan namun rusak di belakang. Karena itu Amru dan seluruh masyarakat Gayo Lues sangat mendukung program tersebut (multi years contract).

“Dengan adanya program pak Gubernur dengan sistem tahun jamak, ini sangat kami dukung,” kata Amru.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan jalan tembus dari Gayo Lues ke Abdya dan Aceh Timur selambat-lambatnya akan selesai pada akhir 2022.

“Insya Allah jalan dari Babahrot (Abdya) ke Terangun dan Pining ke Lokop (Aceh Timur) pada tahun 2022 akan mulus semua,” kata Nova. Pengerjaan jalan dengan skema tahun jamak atau multy years contract tersebut akan dimulai pada bulan November mendatang. Anggaran  pembangunan jalan tersebut mencapai Rp.1,2 triliun.

“Saya mohon bapak ibu semua bersabar. InsyaAllah pada akhir 2022, seiring dengan selesainya tol Banda Aceh ke Medan, maka tol dari Babahrot ke Perlak juga selesai,” kata Nova.

Nova menjelaskan pentingnya pembangunan jalan tersebut. Di samping mempermudah akses transportasi bagi masyarakat, jalan yang mulus juga akan memudahkan masyarakat Gayo Lues yang mayoritas petani untuk memasarkan hasilnya pertaniannya dengan cepat.

“Potensi masyarakat di sini sangat besar. Ada nilam, serai wangi, kemiri dan jagung. Tidak ada guna potensi besar namun dijual dengan harga yang tidak layak,” kata Nova. Dengan selesainya jalan, otomatis hasil pertanian akan cepat tiba di pasar. Ongkos angkut menjadi lebih murah dan sangat menghemat waktu di perjalanan.

Bupati Amru mengatakan pembangunan jalan lintas dari Terangun di Gayo Lues ke Babahrot di Aceh Barat Daya merupakan impian seluruh masyarakat. “Dambaan dan impian kami adalah mulusnya jalan yang menghubungkan Gayo Lues dengan Kabupaten tetangga terutama Abdya dan Aceh Timur,” kata Amru.

Amru berterimakasih kepada Plt Gubernur yang telah memprogramkan pembangunan jalan dengan skema tahun jamak atau multi years tersebut. “Ini impian dari tokoh-tokoh kami sejak dulu.”

Program pembangunan jalan, kata Amru, telah dirintis oleh empat gubernur berbeda, namun belum ada yang berhasil mewujudkannya dengan baik. Karenanya, ia bersama seluruh masyarakat kembali menegaskan pentingnya untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut.

“Perekonomian masyarakat melalui usaha pertanian akan sia-sia jika tidak didukung sarana jalan yang memadai. Apapun tantangan (saat pembangunan jalan) kami di belakang bapak. Tolong wujudkan impian kami dan orang tua kami,” kata Amru.

Sementara itu, Abdus Salam, salah seorang tokoh masyarakat Kemukiman Pintu Rime Gayo, mengeluhkan kondisi jalan di daerah tersebut. Selama ini, kata dia, kondisi jalan sangat sulit dilalui bahkan oleh kendaraan roda dua.

“Sangat kami harapkan dibangun. Kalau bisa tahun ini bisa diaspalkan,” kata Abdus Salam.

"Kami kekurangan medis, mohon agar dibangun puskesmas di kemukiman Pintu Rime Gayo," pinta warga. ***



Komentar

Loading...