Sidang Ditunda, Kuasa Hukum Sebut Oknum Polisi Terlibat Kasus Perdagangan Emas Tidak Sesuai Kadar

Sidang Ditunda, Kuasa Hukum Sebut Oknum Polisi Terlibat Kasus Perdagangan Emas Tidak Sesuai Kadar
Saat sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi | Foto : KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Sidang lanjutan  pemeriksaan  terdakwa  kasus perdagangan emas tidak sesuai kadar, Sunardi alias Apun, di Jalan Chik Pante Kulu, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, ditunda hingga 26 Oktober 2021.

Ditundanya sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa, 19 Oktober 2021, ini atas dasar permintaan Tim Kuasa Hukum, Razman Arif Nasution, karena diduga Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melakukan penekanan terhadap kliennya.

"Selain itu, dalam laporan yang kami terima, ada permintaan uang sebesar Rp200 juta oleh oknum kepolisian yang menangani perkara perlindungan konsumen perdagangan emas murni yang tidak sesuai kadar," kata Razman dalam persidangan.

Ia menyebutkan selain Sunardi, tiga terdakwa lainnya yang terlibat dalam kasus itu juga pernah dimintai sejumlah uang. Tiga terdakwa diminta Rp200 juta dan satu orang Rp30 juta, total ada Rp630 juta. Adapun alasan permintaan uang itu untuk penangguhan penahanan di kepolisian dan pihak kejaksaan.

"Kami menilai proses hukum ini tidak berjalan dengan baik. Kami mememinta agar JPU diproses secara etik dan diganti. Dan sidang hari ini untuk ditunda supaya klien kami mendapatkan haknya," tegas Razman.

Sementara itu, dalam pengakuannya di depan hakim, terdakwa Sunardi mengatakan sehari sebelum dilakukan pemeriksaan awal, JPU membujuknya supaya tidak menggunakan Razman sebagai kuasa hukum. 

"Persidangan ini sangat tendensius karena berurusan dengan kepentingan pribadi JPU," ujarnya.

Terdakwa Sunardi, di depan hakim bersaksi, sehari sebelum persidangan ada pertemuan dengan JPU pukul 11.00 WIB di salah satu Cafe di Seutui, Banda Aceh. "Waktu itu kami ngobrol sekitar dua jam lebih, dalam pembicaraan itu intinya mereka meminta uang," jelasnya. ***

Anara

Komentar

Loading...