Simpang Siur Informasi Gempa Jawa Versi BMKG

Simpang Siur Informasi Gempa Jawa Versi BMKG
Ruangan hemodialisa rusak akibat gempa bumi magnitude 6.9 SR, di RSUD Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2017). KOMPAS/ANTARA

Gempa susulan pada Sabtu pagi di Garut tidak terlalu membuat masyarakat panik. Bahkan, sebagian warga tidak menyadarinya.

GEMPA susulan masih terus terjadi di pesisir selatan Jawa setelah lindu 6.9 Skala Richter (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya menyebut 7.3 SR) pada Jumat malam, 15 November, pukul 23.47 WIB di barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hingga Sabtu, BMKG mencatat gempa susulan terakhir dirasakan di Garut dengan magnitudo 5.7 di 129 kilometer barat daya kabupaten tersebut, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pukul 07.22 WIB. Namun, gempa susulan ini tidak berpotensi tsunami.

"Jadi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada perlu bantuan bisa langsung hubungi kantor SAR," ujar Koordinator Humas dan Protokoler Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor yang dihubungi Kompas.com, Sabtu pagi.

Gempa susulan pada Sabtu pagi di Garut tidak terlalu membuat masyarakat panik. Bahkan, sebagian warga tidak menyadarinya. "Iya, katanya tadi ada gempa susulan, tapi tidak berasa seperti tadi malam," ujar Erlin, warga Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Namun di Kota Sukabumi, gempa tersebut membuat puluhan siswa yang tengah berada di Gedung Juang panik berhamburan ke luar saat melihat kaca bangunan bergetar. Dilansir Viva, puluhan siswa Yayasan Pendidikan Kesehatan Bakti Indonesia Kota Sukabumi itu panik berhamburan keluar dari gedung saat terjadi gempa susulan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochamad Riyadi melalui rilis resminya mengimbau masyarakat mewaspadai gempa susulan yang skalanya akan lebih kecil. Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah masing-masing dan tidak terpancing isu-isu tak bertanggung jawab soal gempa bumi dan tsunami.

Kepala BPBD Garut Dadi Zakaria menyampaikan, hingga kini ia baru menerima laporan 14 rumah rusak yang tersebar di beberapa kecamatan di Garut.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami saat gempa 6.9 SR mengguncang Tasikmalaya. "Gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Gempa bumi selatan Jawa ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia," ujar Moch Riyadi.

BMKG terus memperbaharui peringatan tsunami dini ini. BMKG memonitor terjadinya gempa susulan sebanyak tiga kali. "Hingga hari Sabtu, 16 Desember 2017, pukul 01.05.39 WIB, hasil monitoring BMKG telah menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak tiga kali dengan kekuatan terbesar 3.4 SR," kata Riyadi.

BMKG mengimbau masyarakat di pesisir selatan Jawa tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Peringatan tsunami kini telah berakhir. "Status peringatan dini sudah berakhir karena berdasarkan standar operasional prosedur memang perlu diakhiri jika telah melewati beberapa jam dan tak terjadi Tsunami. Tapi bukan berarti dicabut," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Harry Tirto Djatmiko kepada CNNIndonesia.com, Sabtu.

Namun, sebelum gempa Tasikmalaya, pada pukul 23.04 Sukabumi lebih dulu "dihayak" lindu berkekuatan 4.5 SR. "Itu pusat gempa yang berbeda," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat dihubungi Tempo, Sabtu.

Menurut Dwikorita, gempa 4.5 itu berpusat pada jarak 48 kilometer barat daya Sukabumi pada kedalaman 50 kilometer. "Terjadi sebelum gempa yang besar di Tasikmalaya," katanya. Episenter gempa berada di koordinat 7.29 lintang selatan dan 106.69 bujur timur.

Keterangan Dwikorita ini berbeda dengan informasi di situs BMKG sendiri. Hingga Sabtu pukul 12.30, tak ada catatan yang memperlihatkan gempa 4.5 SR pada Jumat malam di Sukabumi. Gempa yang melanda Sukabumi hanya tercatat terjadi pada 12 Desember pukul 09.23. Kekuatannya 5.2 SR. Pusatnya di darat, 37 kilometer tenggara kota tersebut. Episenternya terletak pada koordinat 7.26 lintang selatan dan 106.99 bujur timur. Posisinya, agak dekat dengan gempa 4.5 seperti keterangan Dwikora tersebut.

Screenshot situs BMKG

Keterangan Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Joko Siswanto, gempa 4.5 SR di Sukabumi merupakan gempa dangkal. Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia yang kemudian mengakibatkan deformasi batuan. "Ditinjau dari kedalaman hiposenternya," kata Joko.

Sementara di situs BMKG juga masih ada keterangan gempa 7.3 SR pada Jumat pukul 23.47 di 43 kilometer barat daya Tasikmalaya.

Komentar

Loading...