Hardikda ke-62

SMK dan SMA Harus Mandiri dan Mampu Melahirkan Generasi Aceh Hebat

SMK dan SMA Harus Mandiri dan Mampu Melahirkan Generasi Aceh Hebat
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Mohd. Iqbal. | Foto: Readers.id

KBA.ONE, Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) yang ke-62, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh harus mandiri, sehingga mampu melahirkan generasi hebat untuk mencapai cita-cita Pemerintah Aceh dalam mewujudkan 'Aceh Hebat' dan 'Aceh Carong'.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Mohd. Iqbal, mengatakan untuk SMK kemandirian produk sangat penting. Produk dan tenaga kerja SMK di Aceh Besar dan Banda Aceh harus mampu bersaing.  

"Selama ini kita juga rutin buat bazar setiap sebulan sekali. Kita memperkenalkan produk SMK sejak dini ke masyarakat. Hal itu merupakan harapan Gubernur Aceh dan juga Kepala Dinas Pendidikan Aceh," kata Iqbal kepada KBA.ONE, Senin, 6 September 2021.

Sementara itu, kata Iqbal, untuk SMA juga harus mampu meluluskan siswa dan siswi ke kampus-kampus ternama, baik di Aceh maupun di luar Aceh. Kemudian diharapkan di sekolah-sekolah tidak ada lagi yang namanya determinasi.

"Sekarang kita mau tidak ada determinasi di sekolah. Mau sekolah jauh biar pun sekolah favorit itu tidak ada kesan favorit lagi. Kita berharap semua kualitas tenaga didik dan pendidik, mau dia belajar dimana pun akan dilayani dengan baik," ungkap Iqbal.

SMK dan SMA juga dituntut untuk terus bersinergi. Khusus SMK harus mampu bersinergi dengan pelaku-pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat meningkatkan sektor perekonomian.

Selain itu, Iqbal menyampaikan terkait pelayanan sendiri, di Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, saat ini sudah mempersiapkan beberapa hal untuk memudahkan guru saat berkunjung ke kantor

"Apabila ada guru yang memiliki bayi dan menyusui, kita siapkan ruangan menyusui. Kalau ada guru yang sedang mengurus pensiun dan tidak sanggup jalan, kita sediakan kursi roda," tutur Iqbal.

Kemudian, lanjutnya, apabila di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ada guru yang takut melakukan perjalanan ataupun sedang sakit di rumah, pihak dinas akan membantu dengan mendatangi rumah guru tersebut.

"Itu harapan kami, kami juga siap menerima saran dan kritik. Itu sudah kami susun protapnya, jadi betul-betul kami melayani dengan baik," tutupnya.

Anara

Komentar

Loading...