SMP Unggul Sigli, Boarding School Berbasis Pesantren

Oleh ,
SMP Unggul Sigli, Boarding School Berbasis Pesantren
Komisi V DPRK Pidie saat meninjau langsung proses pendaftaran murid baru di SMP Unggul Sigli, Senin 10 Februari 2020. | KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Menerapkan sekolah unggul berbasis pesantren, Sekolah Menengah Partama (SMP) Unggul Sigli, langsung mendapat perhatian dari kalangan legislatif, yang langsung dikunjungi Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Sigli, Senin 10 Febfuari 2020.

Menurut, Keua Komisi V DPRK Pidie, Muhifuddin, sekolah unggul harus benar benar ada yang diunggulkan, baik itu mata pelajaran akademis maupun dari kegiatan sekolah tersebut termasuk prestasi sekolah, sehingga setiap orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah ungul tersebut, tidak ragu dengan keunggulannya.

“Setelah kita melihat langsung proses belajar mengajar di SMP Unggul Sigli, maka pantaslah sekolah tersebut disebut unggul. Selain sekolah tersebut mendapat akreditasi A, juga unggul dalam proses belajar mengajar terutama mata pelajaran akademis, juga adanya pola kombinasikan dengan pendidikan agama yang disebut sekolah unggul berbasis pesantren,” katanya.

Meski demikian, politisi dari Partai Daerah Aceh (PDA) ini, tidak menampik jika SMP Unggul Sigli tersebut masih ada kekurangan, terutama dengan jumlah tenaga didik, karena banyaknya program sekolah sehingga tenaga didik dirasakan kurang.

“Karena padatnya program sekolah, sehingga berimplikasi terhadap jumlah tenaga didik,” ujarnya.

Namun demikian, ujarnya, setelah melakukan kunjungan langsung ke sekolah unggul tersebut, pihaknya banyak mendapat masukan, terutama bertalian dengan pola boarding school. Dimana siswa akan di izinkan pulang setiap sabtu siang usai jam belajar dan akan kembali lagi pada sore minggu untuk kembali ke asrama.

“Walau tidak sama dengan pesatren, tetapi penerapan pola boarding school SMP Unggul Sigli, sudah memadai,” ujarnya.       

Sementara, Kepala SMP Unggul Sigli, T Nurdin mengatakan, untuk tahun ajaran baru tahun 2020/2021, pihaknya menerima calon siswa siswi baru berjumlah 96 orang, dengan kapasitas tiga ruang belajar dan bagi sisiwa kelas V dan VI yang mendapat peringkat satu hingga tiga akan bebas tes.

“Jika ada sisiwa yang berprestasi, terutama yang memperoleh peringkat akan bebas tes dan langsung diterima. Namun untuk siswa yang idak memperoleh ranking juga diterima, tetapi haus mengikuti tes terlebih dahulu,” katanya.

Selain itu ujar, Nurdin, SMP Unggul Sigli, juga mengutamakan kemanan dan kenyamanan siswa saat berada di asrama, karena disekolah tersebut menerapkan sistem boarding school, yaitu menerapkan pola pendidikan yang siswanya tinggal bersama di asrama dan dibina langsung oleh pengasuh pendidikan tersebut, dengan model terpadu antara kurikulum pengetahuan umum yang dikombinasikan dengan pendidikan agama.

“Selain pendidikan umum sesuai dengan kerikulum juga dikombinasikan dengan pendidikan agama dengan tenaga didik langsung dari dayah atau pasantren,” ungkap T. Nurdin.

Soal meteri belajar, kepala SMP Unggul Sigli tersebut menjelaskan, selain menerapkan delapan pola pembelajaran yang wajib, pihaknya juga menambah pola belajar siswa berbasis pesantren yang diselenggarakan setiap malam dengan tenaga didik dari unsur dayah. “Jika di pesantren, ada sekolah umum maka di SMP Unggul ada pola pasentrennya,” ujarnya.

Komentar

Loading...