Soal KPK Terbitkan SP3 Kasus BLBI, PKS: Cederai Rasa Keadilan

Soal KPK Terbitkan SP3 Kasus BLBI, PKS: Cederai Rasa Keadilan
Sjamsul Nursalim. | TEMPO/ Rully Kesuma

KPK sempat mengajukan Peninjauan Kembali vonis lepas Syafruddin ke MA pada 17 Desember 2019. Namun, MA menolak upaya hukum luar biasa tersebut pada Juli 2020.

KBA.ONE, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Fathul Bari mengatakan penghentian penyidikan perkara korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah mencederai rasa keadilan.

"SP3 perdana yang dikeluarkan oleh KPK pasca revisi UU KPK mencederai rasa keadilan masyarakat," kata Ahmad dalam keterangannya, Sabtu, 3 April 2021, seperti dilansir dari laman berita tempo.co.

Ahmad menuturkan, penerbitan SP3 tersebut menjadi catatan kesekian kalinya dalam upaya pemberantasan korupsi, terutama sejak revisi UU KPK hingga turunnya indeks persepsi korupsi. Padahal, kata dia, kasus BLBI merupakan salah satu kasus mega korupsi dalam sejarah Indonesia.

"Hingga saat ini masih banyak yang belum terurai, sehingga SP3 dalam salah satu kasus yang ditangani KPK tersebut menjadi kekhawatiran kita," ujarnya.

Ahmad mengaku khawatir lembaga antiorupsi yang memiliki sumber daya dan wewenang, serta sangat diharapkan dapat membongkar berbagai skandal korupsi malah terjebak dengan pendekatan prosedural, tanpa memperlihatkan upaya serius untuk membongkar skandal BLBI.

Halaman12

Komentar

Loading...