Sosok Glenn Fredly

Sosok Glenn Fredly
Glenn Fredly. | Foto: ist

Pria berdarah Ambon ini mengawali karir sejak 1995, saat dia menjadi vokalis “Funk Section” setahun setelah ia lulus SMA pada 1994.

GLENN FREDLY DEVIANO LATUIHAMALLO adalah penyanyi berkebangsaan Indonesia, lahir di Jakarta 30 September 1975. Anak dari pasangan Hengky David Latuihamallo dan Linda Mirna Siahaya Latuihamallo.

Glenn Fredly meninggal di Jakarta, Rabu 8 April 2020 pukul 18.00 Wib, di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan, pada usia 44 tahun, dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit meningitis yang dideritanya. Glenn meninggalkan seorang istri Mutia Ayu yang dinikahinya tahun 2019, dan seorang anak yaitu Gewa Atlanta Syamayim Latuihamallo. Sebelumnya, Glenn terlebih dahulu menikahi Dewi Sandra tahun 2006, kemudian bercerai di 2009.

Pria berdarah Ambon ini mengawali karir sejak 1995, saat dia menjadi vokalis “Funk Section” setahun setelah ia lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1994. Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik. 

Tiga tahun kemudian, Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk Glenn dengan bermodalkan delapan buah lagu. Dalam album ini terdapat tiga buah lagu yang sering dinyanyikan Glenn yaitu Kau dan Cukup Sudah serta Mobil Mama yang menjadi hits di Malaysia.

Album kedua diluncurkan tahun 2000, dengan judul Kembali. Dalam album ini terdapat beberapa hits seperti Salam Bagi Sahabat dan Kasih Putih. Album kedua ini bernaung di bawah Sony Music Indonesia dengan produser Aminoto Kosin. 

Dengan keraguan besar dari pihak label, Glenn meluncurkan album ketiganya bertajuk Selamat Pagi, Dunia! (2003). Di album ketiga ini, hits yang paling mengguncang Indonesia adalah lagu Januari. Keberhasilan album ini membuat pihak Sony Music Indonesia membuat album repackage tahun 2004, dikemas dengan bonus VCD karaoke dan Unplugged Live Performance.

Tahun 2005, Glenn ditawari untuk membuat satu buah album sebagai soundtrack dari film baru Cinta Silver. Setahun kemudian ia pun kembali mengeluarkan album bertajuk Aku & Wanita. Di tahun yang sama, Glenn meluncurkan album ketujuh dengan judul Terang. Tahun 2007, Glenn kembali mengeluarkan album tergressnya, bertajuk Happy Sunday. Album ini diklaim sebagai wahana dalam memancarkan spirit baru memandang kehidupan secara global melalui media musik.

Selanjutnya, pada Anugerah Musik Indonesia 2001, Glenn meraih penghargaan dalam kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik kategori musik R&B. Ia juga diketahui peduli lingkungan, hal ini dibuktikan saat berpartisipasi dalam konser amal bertajuk 'Soul For Indonesian Earth', sebagai penghargaan akan bumi, pada 7 Juli 2007.

Pada 2004, Glenn ikut serta dalam album milik Erwin Gutawa bertajuk "Salute to Koes Plus/Bersaudara". Ia sempat juga pernah menjadi pembimbing bagi grup vokal Pasto dalam sebuah acara pencarian bakat di Trans TV. 

Awal 2005, Glenn menciptakan lagu Kita untuk Mereka, yang didedikasikan untuk korban Tsunami di Aceh. Lagu tersebut dinyanyikan oleh kelompok bernama Indonesian Voices, terdiri dari penyanyi-penyanyi Indonesia, termasuk almarhum Gito Rollies, Harvey Malaiholo, Rio Febrian, Duta Sheila on 7, Fadly Padi, Kikan Cokelat, Ahmad Albar, Vina Panduwinata, Baim, Delon, Tia AFI, Ruth Sahanaya, Syahrani, Ubiet, dan lain-lain. Bersama grup ini, ia ikut menyanyikan lagu Rumah Kita dalam album Tribute untuk Ian Antono.

Di akhir 2011, Glenn berkolaborasi dengan Ras Muhamad membuat sebuah lagu berjudul Tanah Perjanjian, lagu ini bercerita tentang keprihatinannya terhadap permasalahan di Papua. Berbarengan dengan dibentuknya sebuah trio di tahun 2011 bersama Sandy Sondhoro dan Tompi membuat "Trio Lestari" , Glenn pun ikut berperan sebagai Aktor antagonis dalam sebuah film kontroversial yang berjudul Tanda Tanya di bawah rumah produksi sutradara Hanung Bramantyo.

Pada 2 September 2012, Glenn menyuguhkan konser Cinta Beta dalam rangka merayakan 17 tahun karier nya dalam industri musik Indonesia. Diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta. Setelah 3 tahun Glenn disibukkan dengan minat baru nya sebagai Produser film Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi dan Surat dari Praha, di tahun 2015 Glenn menyelenggarakan tur 20 kota dan sebuah konser besar dalam merayakan 20 tahun Ia berkarya di negeri tercinta ini. Tanggal 17 Oktober 2015 di Istora Senayan menjadi saksi bersejarah untuk Glenn dan musik Indonesia.

Tanggal 30 September 2016 di Balai Sarbini, Jakarta, Glenn membuat sebuah konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Ruth Sahanaya. Pada 30 September 2017, Glenn kembali membuat Konser #TNDMT untuk Slank di Gandaria City Hall, Mall Gandaria City, Jakarta.

Glenn sekarang mempunyai label musik sendiri yang bernama Musik Bagus yang sudah memproduksi beberapa musisi baru yaitu Yura Yunita, Gilbert Pohan, dan Tiara Degrasia. Tahun 2017, salah satu agenda Glenn adalah merilis album pertama Tiara di bawah label Musik Bagus.

Selama Glenn Fredly berkarir di dunia musik Indonesia, ia memiliki 10 album utama, yaitu Glenn (1998), Kembali (2000), Selamat Pagi, Dunia! (2002), Ost. Cinta Silver (2005), Aku & Wanita (2006), Happy Sunday (2007), Private Collection (2008), Lovevolution (2010), Luka, Cinta, dan Merdeka (2012), dan Romansa Ke Masa Depan (2019). ***

Komentar

Loading...