Syiah Kuala Juara Festival Kuah Beulangong

Oleh ,
Syiah Kuala Juara Festival Kuah Beulangong
Festival Kuah Beulangong di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Senin, 21 Agustus 2017 | KBA/Khalis

Bukan hanya rasa, tampilan hidangan ini juga memikat selera dengan daging yang lembut.

KBA.ONE, Banda Aceh - Sembilan belanga besar melongok di atas tungku. Memanjang di bawah teratak putih. Sejumlah pria mengaduk isi belanga dengan pelepah kelapa yang telah dibersihkan dari lidi dan daun. Sebagian lagi memasukkan bumbu, potongan nangka, daging serta daun temurui.

“Peserta adalah sembilan perwakilan kecamatan di Banda Aceh. Peserta cukup datang membawa bumbu sesuai resep masing-masing. Panitia menyediakan semuanya, beulangong dan peralatannya, juga dagingnya,” kata Sujasman, ketua pelaksana Festival Kuah Beulangong di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Senin, 21 Agustus 2017.

Beulangong sebutan belanga dalam bahasa Aceh. Kuah beulangong merupakan makanan khas Aceh. Hidangan ini merupakan gulai daging kambing atau sapi yang biasa dihidangkan dalam acara-acara di gampong di hampir seluruh daerah Aceh. Festival ini digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 sekaligus kenduri haul quran Tgk Di Kandang, seorang ulama Aceh yang dikebumikan di gampong tersebut.

Sekira pukul 11.00 WIB, juri mulai menilai masing-masing hidangan menentukan pemenang. Mereka yang ditunjuk sebagai juri adalah dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga bidang Tata Boga Universitas Syiah Kuala, Guru SMK 3 Banda Aceh, dan unsur Majelis Adat Aceh.

“Penilaian meliputi cita rasa, tekstur daging, aroma, warna serta kekentalan kuah beulangong. Sering ditemukan kuah beulangong yang sudah siap santap itu minyaknya tidak menyatu dengan kuahnya, tetapi terpisah permukaan gulai,” kata Zuraini, juri dari PKK Unsyiah. ‘’Persyaratan itu ada di juara satu. Ada juga peserta lain yang kuahnya hambar.”

Juara satu yang dimaksud Zuraini adalah hidangan kuah beulangong yang diolah oleh para koki dari Kecamatan Syiah Kuala. Bukan hanya rasa, tampilan hidangan ini juga memikat selera dengan daging yang lembut. Sementara di posisi kedua ditempati Kutaraja dan ketiga Ulee Kareng.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, dalam tradisi kuliner di Aceh, mengatakan kuah beulangong memang menjadi budaya. Tidak hanya itu, makanan ini juga digemari banyak orang. “Orang datang ke sini kalau belum makan kuah beulangong berarti belum sah dan ini perlu harus kita pertahankan agar menjadi penunjang sektor wisata kuliner.”

Aminullah berencana untuk menjadikan festival sejenis akan diikuti oleh perwakilan seluruh gampong di Banda Aceh. Even ini akan menjadi agenda rutin dalam perayaan Hari Kemerdekaan sekaligus menjadi agenda pariwisata.

Komentar

Loading...