Tabrani Yunis: Penunjukan Alhudri sebagai Plt Kadisdik Aceh Tak Layak

Oleh ,
Tabrani Yunis: Penunjukan Alhudri sebagai Plt Kadisdik Aceh Tak Layak
Tabrani Yunis. | Foto: Ist

Pemerintah Aceh menunjuk pejabat tidak berdasarkan sistem karir dan pengkaderan.

KBA.ONE, Banda Aceh - Pengamat pendidikan di Banda Aceh, Tabrani Yunis, menyesalkan penunjukan penunjukan Alhudri sebagai pejabat sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, setelah dinonjobkannya Rachmat Fitri selaku Kadisdik Aceh pada 7 Desember 2020.

Menurut Tabrani, Alhudri yang selama ini menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh dianggap tidak layak menduduki jabatan Plt. Kadisdik Aceh karena tidak memiliki pengalaman yang memadai untuk mengurus dinamika dalam tubuh Disdik Aceh.

Kata Tabrani Yunis, jika pemerintah Aceh benar-benar berniat ingin memajukan sektor pendidikan, mestinya memilih dan menempatkan sosok kepala dinas yang benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya.

"Jika tidak menguasai dinamika dan perkembangan pendidikan sekolah menengah atas dan sekolah kejuruan di Aceh, maka nantinya akan berpengaruh buruk bagi peningkatan kualitas pendidikan di Aceh," kata Tabrani Yunis, kepada KBA.ONE, Senin 21 Desember 2020.

Tabrani Yunis sebagai pelaku pendidikan di Aceh menilai pemerintah Aceh menunjuk pejabat tidak berdasarkan sistem karir dan pengkaderan. Padahal, masih banyak putra-putra terbaik Aceh lain yang mengusai bidang pendidikan.

"Jangan adukkan antara kepentingan politik dan kepentingan penguasa di daerah ini," kata Tabrani Yunis yang juga Direktur Centre for Community Development and Education (CCDE) di Aceh.

Dia menambahkan jika memberikan pekerjaan dan tanggung jawab kepada yang bukan ahlinya mengelola pendidikan maka akan ada kehancuran dunia  pendidikan di Aceh.

"Apalagi rangkap jabatan yang berbeda bidangnya dan tidak linear, akhirnya yang terjadi tujuan akhir adalah terbangun bisnis dalam dinas itu," sebut Tabrani Yunis.

Idealnya, sebut Tabrani, pejabat yang ditunjuk untuk menakhodai Dinas Pendidikan Aceh yang menguasai persoalan pendidikan dengan perhitungan hasil kajian atau penilaian dari Baperjakat. Sehingga, kata Tabrani,  kebijakan, visi misi pendidikan yang telah dibuat sebelumnya bisa terwujud.

"Penunjukan Plt. Kadis Pendidikan seperti ini terkesan bahwa pemerintah daerah tidak serius memikirkan kualitas pendidikan yang dinamai dengan Aceh Carong," tutup Tabrani Yunis. ***

Komentar

Loading...