Tahun 2019, Jumlah Titik Api di Aceh Menurun

Tahun 2019, Jumlah Titik Api di Aceh Menurun
Ilustrasi |Foto: antaranews.com

KBA.ONE, Banda Aceh -  Sepanjang tahun 2019, Seribu titik api menurun di Tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Persentase ini berdasarkan data yang diperoleh tim Hutan, Alam, Lingkungan, Aceh (HAkA) dari Fire Information for Resource Management System (FIRMS), Nasa.

Jumlah titik api di 2019, sedikitnya 1.957 titik, dari sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS), sedangkan 2018 ada 3.128 titik api.

Menurut analisis menggunakan sensor MODIS ada 255 titik api, tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 482 titik api. Hal tersebut membuktikan Aceh berhasil mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2019.

Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), TM Zulfikar kepada KBA.ONE, Selasa  4 Februari 2020, mengatakan Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Gambut (RPPEG) akan menjadi pedoman Pemerintah Aceh untuk masa depan ekosistem gambut.

"Kawasan gambut sering luput dalam diskusi perlindungan lingkungan di Aceh, padahal lahan gambut punya peran penting untuk menyerap karbon," imbuhnya.

Inisiatif pemerintah untuk penyusunan RPPEG, lanjut Zulfikar, adalah langkah awal untuk masa depan gambut yang lebih baik di Aceh.

Sementara itu, terkait berkurangnya tutupan hutan di Aceh salah satu dampaknya yaitu banjir, longsor dan kekeringan di Aceh. Angka bencana banjir meningkat 87 kasus menjadi 121 kasus dan kekeringan meningkat 4 kasus menjadi 16 kasus di tahun 2019.

"Banjir dan longsor terjadi di 22 Kabupaten dan kekeringan di delapan kabupaten. Woyla Timur dan Badar Kecamatan yang sering terjadi banjir dan Darul Imarah serta Lhoknga, Kecamatan yang paling sering mengalami kekeringan," tambah Zulfikar.

HAkA dan YEL akan terus mendorong Pemerintah Aceh untuk pelestarian kawasan ekosistem Leuser dan lahan gambut di Aceh karena pelestariannya memberi manfaat untuk masyarakat, melindungi sumber air dan mitigasi bencana.

"Stabilnya angka kehilangan tutupan di Aceh menjadi preseden baik. Pertama dalam sejarah, luas tutupan Aceh berkurang tiga juta hektar," tutur Zulfikar. | Komar,Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...