Tahun 2020 Rekor Tertinggi Mahalnya Harga Telur di Aceh

Tahun 2020 Rekor Tertinggi Mahalnya Harga Telur di Aceh
Salah satu toko distributor telur di Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Tahun 2020 rekor tertinggi mahalnya harga telur ayam di Aceh, khususnya Banda Aceh. Pasalnya, tahun ini harga telur mencapai Rp460 ribu per ikat, yang sebelumnya hanya Rp300-320 ribu per 300 butir, sehingga daya beli masyarakat menurun hingga 30-40%.

H. Ramli, salah seorang distributor telur di Aceh, mengatakan harga telur ayam yang berasal dari Medan, Sumatera Utara kini tembus diangka Rp52 ribu per papan. Menurutnya ini terjadi karena bertepatan dengan hari natal, tahun baru, dan kebetulan di Aceh masih ada bulan maulid sampai tiga bulan.

Namun, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Aceh saat ini sedang sulit akibat pandemi Covid-19, Ramli mengaku menjual telur Rp48 ribu per ikat. "Kenapa kita harus jual mahal?. Kita juga memberi masukan kepada mereka yang jual di toko jangan terlalu tinggilah harganya, dan menjual dengan sembarangan," katanya.

Ramli menyebutkan faktor yang menyebabkan harga telur melonjak karena produksinya kurang, telur yang berasal dari Medan banyak dijual ke luar Sumatera khususnya Pulau Jawa. Ditambah lagi harga pakan yang cukup tinggi, serta pengaruh dari lokal seperti kurangnya ikan di Aceh.

Karena itu, Ramli menyayangkan Aceh sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menerima dana Otonomi Khusus (Otsus), sudah selayaknya Pemerintah Aceh memikirkan dan membuat peternakan ayam di Aceh. Percaya tidak percaya, bahwa kebutuhan telur ayam di Aceh menghabiskan satu juta butir dalam sehari. "Coba bayangkan berapa banyak uang yang mengalir ke Sumatera Utara hanya dari satu jenis telur saja," ungkapnya.

Telur ayam baru tiba dari Medan, Sumatera Utara. | Foto: KBA.ONE, Tasya

Bahkan, selama ini telur yang di pasok dari Medan dua kali dalam seminggu itu bisa terjual sedikitnya 1.600 ikat per minggu dan dikali 300 butir.

Sebelumnya, sebut Ramli, di Blang Bintang, Aceh Besar, pernah ada ternak telur, namun sudah tutup karena dikelola oleh orang-orang yang tidak berpengalaman dalam peternakan. "Dari Pemerintah dengan begitu besar dana yang diberikan, maunya diajaklah swasta untuk kelola peternakan itu," lanjutnya.

Sebagai pengusaha ia mengimbau kepada Pemerintah Aceh, jangan sampai Aceh ketergantungan terus ini dari Medan sembakonya.

Penjual telur lainnya di Banda Aceh, Sayed, 19 tahun, mengatakan harga telur ayam Eropa saat ini Rp48 ribu per papan, telur ayam kampung dan bebek Rp65 ribu per papan, telur puyuh Rp33 ribu per papan.

Dia menjelaskan untuk telur Eropa dijual Rp2 ribu per butir, telur ayam kampung Rp2,5 ribu, telur bebek asin dan tidak asin Rp3 ribu per butir, dan telur puyuh Rp1 ribu tiga butir.

Selama pandemi, dalam sehari Sayed menjual 70-100 ikat telur, dari sebelum mencaoai 200 ikat. Untuk semua telur tersebut dibawa dari Medan, kecuali telur puyuh dari Aceh Besar.

Sementara, Muhammad, 30 tahun, juga salah seorang pemilik grosir sembako di Banda Aceh, menyebutkan kini harga telur per butir seharga Rp2 ribu, dan ongkos truk yang membawa telur ke Banda Aceh seharga Rp12 ribu per ikat.

Selama ini, kata dia, telur ayam tersebut dibawa dari Medan, Sumatera Utara setiap tiga hari sekali. "Terakhir dibawa kemarin sebanyak 400 ikat" katanya kepada KBA.ONE, Banda Aceh, 24 Desember 2020.

Muhammad juga mengungkapkan selama pandemi Covid-19, penjualan telur menurun menjadi 100 ikat saja, sedangkan sebelumnya mencapai 150 ikat.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...