Tak Miliki Dokumen Resmi, Bea Cukai Sita 103 Karung Bawang Impor Ilegal

Tak Miliki Dokumen Resmi, Bea Cukai Sita 103 Karung Bawang Impor Ilegal
103 karung bawang merah impor yang disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa. | Foto: Ist

KBA.ONE, Langsa - Diduga tidak memiliki kelengkapan surat kepabeanan, 103 karung bawang merah impor disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa, Sabtu 20 Februari 2021. Bawang-bawang tersebut didapati di sebuah mobil pikap jenis L-300 di kawasan Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Iwan Kurniawan, Senin 22 Februari 2021, mengatakan terungkapnya kasus bawang ilegal tersebut berawal dari informasi adanya aktivitas bongkar muat barang impor bawang pada sebuah kapal di wilayah Sungai Kuruk, Seruwai. Bawang tersebut kemudian dimuat di sebuah mobil pikap yang kabarnya akan dibawa ke wilayah Kota Langsa.

“Lalu tim memberhentikan mobil tersebut di sekitar daerah Tanah Merah, Gampong Pantai Balai, masih di kawasan Seruwai,” kata Iwan.

Belakangan ketika dilakukan pemeriksaan, oknum pengendara pikap tidak bisa menunjukkan surat atau dokumen kepabean dari seratusan karung bawang merah yang dibawa.

Guna penindakan lebih lanjut, barang sitaan beserta pelaku telah dibawa ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa.

Pelaku, dikatakan Iwan akan dijerat dengan Pasal 102  huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan.

“Dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar rupiah,” ungkap Iwan.*** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...