Tak Patuhi Prokes Covid-19, Tiga Sekolah di Banda Aceh Ditutup

Tak Patuhi Prokes Covid-19, Tiga Sekolah di Banda Aceh Ditutup
Salah satu sekolah yang ditutup oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh akibat tidak mematuhi protokol kesehatan. | Foto: KBA.ONE, Mhd. Saifullah

KBA.ONE, Banda Aceh - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menutup tiga sekolah yang dianggap membandel, dan tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam menjalankan proses belajar mengajar secara tatap muka. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan Ismail, Senin, 11 Januari 2021, menyampaikan ketiga sekolah yang ditutup yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14, SDN 46, dan SD Muhammadiyah 2 Blower.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Banda Aceh pada 4 Januari 2021, telah memperbolehkan pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka, dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selama sepekan sejak diberlakukan, dinas pendidikan terus melakukan pemantauan dan kemudian mendapati ada enam sekolah yang dianggap membandel. Keenam sekolah itu diberikan peringatan untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, hanya tiga sekolah mengindahkan peringatan tersebut.

"Makanya tadi malam kita mencoba menutup tiga sekolah tersebut, dan sudah kita tempel spanduknya bahwa tidak akan kita buka kalau memang warga sekolah tidak sependapat menjaga protokol kesehatan yang ketat," tegas Saminan.

Langkah tegas yang diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kelompok baru dalam penyebaran Covid-19. Karena itu, tindakan yang diterapkan kepada tiga sekolah di bawah naungan dinas kota merupakan pelajaran bagi semua pihak. "Ini pelajaran yang kita berikan kepada seluruh warga sekolah bahwa protokol ini tidak main-main," ujarnya.

Rencananya, tiga sekolah tersebut akan dibuka kembali setelah kepala sekolah dan warga sekolah datang ke dinas untuk menyatakan sikap bahwa mampu menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan baik.** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...