Tak Terima Jadup, Puluhan Eks Penyandang Kusta “Serbu” Kantor Dinsos

Tak Terima Jadup, Puluhan Eks Penyandang Kusta “Serbu” Kantor Dinsos
Mediasi warga bersama pihak Dinas Sosial Aceh Utara. | KBA.ONE, Try Vanny.

KBA.ONE, Aceh Utara – Puluhan eks penyandang kusta dan kaum emak-emak “menyerbu” Kantor Bupati Aceh Utara, untuk mempertanyakan jatah hidup (jadup) yang tidak diperoleh pada tahun 2020. Sebelumnya, para warga juga telah mendatangi Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) setempat, Selasa 28 Juli 2020.

Puluhan warga tersebut berasal dari Gampong Kuala Keureuto Barat, Kecamatan Tanah Pasir, dan Gampong Kuta Geulumpang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Mereka mempertanyakan soal jadup yang belum dicairkan, yang biasanya dibayarkan sebelum bulan Ramadan.

“Kedatangan warga ke sini untuk mendengar penjelasan dari pihak dinas, sebelumnya saya juga sudah menjelaskan masalah ini pada warga,” ujar Kepala Dusun Matang Limeng, Gampong Geulumpang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, pada sejumlah wartawan.

Sementara itu Marzuki, 60 tahun, asal Kuala Keureuto Barat, dalam pertemuan tersebut menyampaikan, dirinya merupakan eks penderita kusta yang berharap untuk mendapatkan jadup tersebut. Sebelumnya Marzuki telah memiliki banyak utang kepada kerabatnya, dan menunggu cairnya jadup Rp1,6 juta untuk membayar utang tersebut.

“Dulu masa Pak Tarmizi (bupati) uang jadup kami lebih dari Rp5 juta setiap tahunnya. Lalu, masa Ilyas Pase (IlyasA A Hamid) berkurang menjadi Rp3,5 juta. Kini, di masa Cek Mad periode pertama jadup kami berkurang lagi menjadi Rp3,3 juta. Sekarang periode keduanya berkurang lagi jadi Rp1,6 juta pertahun,” ungkapnya.

Selain Marzuki, Umar, 57 tahun, dan beberapa warga lain, juga menyampaikan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Selama ini mereka hanya bisa mencari rezeki seadanya, karena adanya stigma negatif dari masyarakat sekitar. Maka dari itu, para eks penderita kusta dangat bergantung pada jadup.

“Dana tersebut hanya kami gunakan untuk kebutuhan makan saja, bukan beli mobil atau sepeda motor. Kalau kebutuhan hidup sudah terpenuhi, bagi kami sudah aman,” pungkas Umar. ***



Komentar

Loading...