Tanggapi Surat Terbuka Honorer Dinas Pertanahan, Shabela: Suratnya Salah Alamat

Tanggapi Surat Terbuka Honorer Dinas Pertanahan, Shabela: Suratnya Salah Alamat
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menanggapi surat terbuka tenaga honorer Dinas Pertanahan setempat. Menurutnya, surat itu salah alamat. 

Ia menyampaikan seharusnya surat itu tertuju kepada Kapolda Aceh, bukan ke Bupati Aceh Tengah. 

"Seharusnya surat itu dilayangkan ke Kapolda Aceh, karena anggotanya yang memeriksa, bukan ke saya," kata Shabela kepada awak media, Sabtu 03 April 2021.

Araniko ditempatkan di bidang pengadaan tanah sub bidang pengadministrasian pengadaan tanah Dinas Pertanahan Aceh Tengah, judul surat yang dilayangkan kepada Shabela itu mengharap keadilan terkait proyek pembebasan tanah Uning Pengantungen, Kecamatan Bies, Kabupaten setempat. 

"Minta ke kapolda, karena yang memeriksa anggota Polda. Kita akan bantu kuasa hukumnya, karena yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, kenapa bisa jadi tersangka saya juga tidak tau," pungkas Bupati Shabela. 

Menurut bupati, polemik tanah itu hanya kesalahan administrasi. Namun ia sendiri tidak tau polemik itu dipidanakan oleh pihak kepolisian. 

"Setelah saya telaah dokumen itu memang salah, seharusnya 10 dicantumkan 11, inilah yang menjadi polemik. Tapi, kalau tanah itu berada di bawah jembatan Kuning Pegantungen harus diganti rugi," tambah Shabela. 

Katanya, kasus tersebut sebelumnya sempat diproses di Aceh Tengah, namun ditolak, melambung ke Polda.

"Hanya kesalahan administrasi dan saya telah menyampaikan permohonan maaf. Untuk apa malu, saya yang teken langsung permohonan maaf itu," katanya.

Ia mengungkapkan itu adalah salah penomoran sertifikat, tidak ada korupsi dalam permasalahan ini, uang masih ada, tanah tidak ada yang kena," timpalnya lagi. 

Lantaran kasus itu berujung pidana, Shabela akan memberi ruang untuk pihak kepolisian untuk mengusut.

"Ini kan pidana, sudah ditangan Polda, jadi kita biarkan terus bergulir. Jika Kapolda meminta konfirmasi tentang perkara ini saya akan hadir. Uang ada, tanah tidak ada rugi, hanya hati rugi, kan bisa kita selesaikan," tutup Bupati Aceh Tengah. 

Diketahui, pegawai honorer Dinas Pertanahan itu meminta keadilan atas kasus tersebut. Di tubuh dinas itu, ia hanyalah juru ketik dalam masalah ini. Sedangkan bahan yang diketik pun telah disediakan oleh atasan dan kini ia telah diproses di Polda.*** | KARMIADI, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...