Tangkapan Nelayan Lhokseumawe Merosot Sejak Dua Bulan Terakhir

Tangkapan Nelayan Lhokseumawe Merosot Sejak Dua Bulan Terakhir
Ilustrasi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Lhokseumawe - Sejak dua bulan terakhir, hasil tangkapan ikan segar dari nelayan Lhokseumawe merosot menjadi 744,5 ton perbulannya. Sebelumnya, tangkapan ikan bisa mencapai 900 ton per bulannya. Hal tersebut disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak stabil sejak dua bulan terakhir.

Koordinator Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pusong Lhokseumawe, Asmadi, menyatakan per harinya saat ini nelayan menghasilkan 24,8 ton yang didominasi dengan jenis ikan tongkol yang mencapai 357 ton per bulannya.

"Meskipun mengalami penurunan, akan tetapi masih dalam kategori stabil tangkapannya," ucap Asmadi, Kamis 27 Mei 2021.

Sambungnya, jenis ikan lainnya yang kerap ditangkap pada perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 Selat Malaka, yaitu ikan cangkalang sebanyak 126,2 ton, ikan teri 67,6 ton dan ikan layang 67,2 ton serta ikan jenis lainnya mencapai 126,5 ton.

"Untuk harga tentu bervariasi, karena tergantung pasaran dari hasil tangkapan. Jika banyak hasil tangkapannya, harganya pasti murah begitu juga sebaliknya," tuturnya.

Dari data total yang diperoleh KBA.ONE, hasil tangkapan ikan pada bulan April 357 ton ikan Tongkol dilelang mencapai Rp3,8 milyar, ikan Cangkalang 126,2 ton dilelang Rp1,5 miliar, ikan teri 67,6 ton dilelang Rp1 miliar, ikan Layang 67,2 ton dilelang Rp955 juta dan ikan jenis lainnya yang mencapai 126,5 ton dilelang Rp1,7 miliar. "Jumlah rata-rata boat nelayan kita yang beroperasi 50 sampai 80 unit tiap bulannya," tuttupnya.***

Komentar

Loading...