Tanpa Sadar, Banyak Orang Alami Gangguan Mental di Masa Pandemi

Tanpa Sadar, Banyak Orang Alami Gangguan Mental di Masa Pandemi
Ilustrasi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Penyebaran Covid-19 yang melanda secara global bukan hanya berdampak pada sektor ekonomi, pendidikan, dan beberapa lainnya, tetapi juga menyerang psikis seseorang hingga ada berakhir harus mengonsumsi obat.

Gangguan psikis yang dimaksud tersebut adalah gangguan mental seperti kecemasan dan stres. Masalah ini pada dasarnya tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi bisa dialami oleh anak-anak.

Salah seorang Psikolog, Ajeng Raviando, Kamis 17 Juni 2021, menyebutkan untuk mengenali gejala gangguan mental ini bisa diawali dengan beberapa hal, seperti lebih peka terhadap kondisi diri sendiri, pasangan, anak, dan orang lain dalam kebutuhan untuk mengembangkan karakter resilient (tangguh).

Lalu apa tips untuk menjadi tangguh?

1.    Menyesuaikan diri dengan perubahan

2.    Menetapkan tujuan yang realistis

3.    Menyukai diri sendiri dan percaya diri

4.    Berani berkata “tidak”

5.    Mau mencoba hal yang baru

6.    Bersyukur

7.    Mengikhlaskan atau berserah

8.    Proaktif dan terbuka akan masukan

9.    Melihat sisi positif bahkan pada kondisi (-)

10.  Luwes dan cepat bangkit saat gagal atau terpuruk

11.  Mengandalkan teman serta mau meminta bantuan.

Selain itu, Ajeng juga menyampaikan indikasi stres biasanya bisa mengakibatkan seseorang mengalami sakit kepala, tegang otot, nyeri leher, gangguan pencernaan, sakit perut, detak jantung cepat, nyeri dada, mudah lelah, lesu, sulit tidur, gampang gugup, gelisah, gusar, peningkatan frekuensi masuk angin, kurang konsentrasi dan mudah lupa, dan terlalu banyak makan atau sebaliknya.

Saat ini, Ajeng melihat ternyata banyak orang tidak menyadari kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap fisik. Itu sebabnya penting sekali merawat kesehatan mental diri, salah satunya harus tetap bahagia.

"Beberapa kasus yang saya tangani, kalau kita bersepeda itu istilahnya kita bermeditasi loh. Beberapa hobi itu menurut saya, membuat kita untuk tetap waras, dan menangis bukan obat tapi membuat kita lega," ujarnya.

Jadi jangan lupa bahagia ya..*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...