fls2n.com

Tari Kreasi SMA Mosa Menyita Perhatian Penonton

Tari Kreasi SMA Mosa Menyita Perhatian Penonton
Penari Kreasi SMA Modal Bangsa di ajang FLS2N. | Foto: Fatma.

KBA.ONE, Banda Aceh – Tari Kreasi asal Aceh dari SMA Negeri Modal Bangsa dengan nomor urut 34 yang masuk babak final dari 12 besar, sukses menyita perhatian juri dan penonton di penampilan terakhir pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Indonesia, di gedung tertutup Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, Selasa, 28 Agustus 2018.

”Dengan mengusung judul “terjauh”, makna dari waktu yang paling jauh itu adalah kemarin, sesuatu hal yang tidak bisa diulang dan diputar kembali,” kata Nurul Hayati Guru di SMA Modal Bangsa, Koreografer peserta tari kreasi asal Aceh.

Sesuai  tema tentang keteladanan, tari kreasi asal Aceh ini mengangkat keteladanan sosok orang tua terhadap anak yang dijadikan seperti boneka. Di sini, anak dipaksa terus belajar tanpa menghiraukan usia kanak-kanak dan masa-masa bermain mereka yang tidak akan pernah bisa di ulang kembali. 

“Di zaman sekarang orang tua menuntut anaknya untuk belajar, belajar, belajar, dan fokus belajar. Sehingga masa kecil anak-anak ini hilang. Untuk bermain dengan bonekanya saja sudah tidak ada waktu lagi karena diharuskan belajar. Bahkan, pada usia yang belum cukup pun anak dituntut agar bisa mengenal huruf dari sejak TK, bukan di bangku SD seperti di zaman kita dulu,” jelasnya.

Lewat tari kreasi ini,  Nurul Hayati mencoba membuka kembali pemikiran orang tua zaman sekarang agar tidak terlalu memaksa anak-anak belajar di masa seharusnya mereka menikmati asyiknya bermain. "Ada masanya mereka siap untuk belajar. Jika terus dipaksa, kita takut anak-anak menjadi stres," kata Nurul Hayati mengingatkan..

Penampilan tari kreasi ini menggunakan property jam karena berhubungan dengan waktu. Penampilan kostumnya menyerupai boneka Marsya tapi tidak sepenuhnya.  "Kita ingin menampilkan boneka yang berjilbab karena kita dari Aceh,” kata Nurul Hayati.

Maria Darmaningsih, dari Institute Kesenian Jakarta (IKJ), juri Tari  Kreasi Festival Lomba Seni Siswa Nasional FLS2N 2018 di Aceh, mengatakan Aceh termasuk inovatif karena bisa mendobrk dari yang tradisi ke langkah lompatan.

"Bukan harus setiap hari melakukan lompatan. Tapi setidaknya tari kreasi harus didorong dan diberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan karya-karya sesuai dengan dunia mereka," kata Maria.

Komentar

Loading...