Tari Seudati Bocah Sukses Hipnotis Penonton

Tari Seudati Bocah Sukses Hipnotis Penonton
Tari Seudati anak. | Foto KBA ONE: Try Vanny

KBA.ONE, Lhokseumawe – Empat kelompok penari tradisional Seudati  yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar di empat Kecamatan yaitu Banda Sakti, Muara Satu, Muara Dua dan Blang Mangat, ikut meramaikan perlombaan Lhokseumawe Traditional Culture Festival malam tadi, Minggu 14 Oktober 2018.

Tarian khas Aceh ini menjadi salah satu lomba yang diselenggarakan selain Boh Oen Gaca, Peuayon Aneuk dan Kuliner Khas Aceh. Uniknya penari yang ikut serta adalah anak-anak SD yang aktif mengikuti sanggar tari seudati di sekolah mereka.

“Tidak banyak anak-anak yang masih mempelajari tarian saman, tarian seni budaya kita orang Aceh. Tapi, ironisnya, tari ini hampir punah karena tidak banyak remaja yang mau mempelajarinya,” kata Kadisporapor saat diwawancarai oleh KBA.ONE.

Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan Kandang, Muara Dua, Kota Lhokseumawe, ini terlihat dipadati oleh penonton. Walaupun tarian ini mulai langka, seudati tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Aceh.

“Tarian ini kemungkinan besar akan kita lombakan lagi tahun depan, kita akan terus sosialisasikan agar budaya kita tidak memudar dan terkontaminasi oleh budaya barat,” tambah Jul.

Citra, salah seorang penonton, mengatakan tarian yang dilakukan oleh pelajar SD ini cukup membuatnya terhibur. Sebab gerakan dan expresi lugu mereka membuat tarian yang biasa dilakoni pria dewasa itu terlihat lebih menarik.

“Biasanya yang nari seudati itu bapak-bapak, tapi ini anak kecil. Jadi lucu aja, apalagi wajah polosnya waktu lupa gerakan tarian bikin gemes,” ucapnya sembari tertawa.

Komentar

Loading...