Terbakar Semangat Bisnis Sabut Kelapa

Terbakar Semangat Bisnis Sabut Kelapa
M Jamil ZA. | Foto: KBA.ONE, Komar.

Tsunami dan pandemi Covid-19 tak menyurutkan asa Muhammad Jamil meneruskan ladang bisnisnya.

SERBA hitam! Mengenakan topi pet komando hitam, bercelena hitam dan berbaju batik corak hitam putih, aura pebisnis M Jamil ZA semakin kental dan kentara. Apalagi sudah hampir setengah abad pria 68 tahun ini menggeluti usaha kerajinan berbahan serba sabut kelapa.

Di awal obrolan bisnisnya kepada KBA.ONE, pria berkaca mata ini mengaku hampir tak sanggup mengembalikan ingatannya ketika membayangkan masa-masa sulit perjuangannya dulu. “Kecuali untuk diceritakan kepada generasi sekarang,” kata Jamil penuh semangat.

Memulai kisah lalu, pernah suatu masa Jamil mengantarkan produk sabut kelapa ke pasar Aceh menumpang mobil pick up unik yang dimodifikasi menjadi angkutan umum (labi-labi). Dia turun dari labi-labi itu sambil memikul sabut kelapa dan menawarkan produk itu dari pintu ke pintu di pasar Aceh. Bahkan, ada sebagian barang terpaksa dibawa pulang karena tak laku.

Tali dan keset berbahan baku sabut kelapa produksi Bina Usaha. | Foto: KBA.ONE, Komar.

"Alhamdulillah perjuangan saya tidak sia-sia, sekarang saya menikmati hasilnya. Kalau dulu susah,  bahkan pernah di tolak, sekarang malah dihubungi untuk memasok produk kami," kata pemilik bisnis Bina Usaha ini kepada KBA.ONE di Jalan Krueng Raya, Km 12,5 - Desa Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu, 3 Januari 2020.

Jamil juga bercerita soal pengalamannya yang paling membekas diingatan, pasca Tsunami 2004, yaitu ketika bisnis sabut kelapanya lumpuh total. Saat itu bahan baku hingga peralatan produksi hanyut dan tidak ada yang tersisa, “hanya uang Rp300 ribu tersisa di saku celana,” kenang Jamil.

Bermodal Rp300 ribu itu, Jamil bertekad bangkit. Karena, selain digunakan untuk memulai kembali bisnisnya, uang itu juga untuk bertahan hidup bersama keluarga setelah didera tsunami.

Alhamdulillah, kata Jamil, Allah SWT menjawab doanya. Hanya dalam waktu tiga bulan, bisnis sabut kelapa yang disulap menjadi aneka kerajinan seperti keset kaki, tali sabut kelapa dan cocopeat,  itu merangkak bangkit.

Halaman12

Komentar

Loading...