Terbakar Semangat Sensasi Kelapa Bakar

Terbakar Semangat Sensasi Kelapa Bakar
Salah satu lapak penjual kelapa bakar di Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

Air kelapa mengandung cukup banyak elektrolit dibandingkan jus buah dan minuman olahraga pada umumnya.

KBA.ONE, Banda Aceh — Jangan anggap sepele buah kelapa! Semua unsur tumbuhan keras ini memiliki manfaat berbeda mulai dari daun, pelepah, batang, buah, hingga airnya.

Hasil penelitian menyebut setiap satu cangkir atau setara 240 mililiter air kelapa mengandung 43,6 kalori, 10,4 gram gula, 43,6 natrium, vitamin B kompleks, vitamin C, dan sejumlah elektrolit penting yang diperlukan tubuh seperti fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium.

Menurut Therese Bonnani, R.D seorang ahli gizi, air kelapa mengandung cukup banyak elektrolit dibandingkan dengan jenis minuman lain seperti jus buah dan minuman olahraga pada umumnya.

Bagaimana dengan air kelapa bakar? Meski belum familiar di kalangan masyarakat, kelapa muda bakar memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya mengatasi masuk angin.

Selain itu, kelapa muda bakar juga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi diabetes, batu ginjal, membersihkan racun dalam tubuh, obat asam urat, mengatasi sakit pinggang, dan beberapa manfaat lainnya.

Selain dibakar, minuman ini menjadi unik ketika penyajiannya dicampur rempah-rempah pilihan. Apalagi dicampur madu, sirup, susu, dan beberapa varian lainnya.

Dengan campuran itulah, ketika diminum, air kelapa bakar ini memiliki sensasi dan aroma yang berbeda dibandingkan kelapa muda biasa.

Lia, salah seorang penjual kelapa muda bakar di Banda Aceh, mengatakan untuk menikmati kelapa muda bakar harus melawati proses pembakaran lebih kurang selama dua jam, agar menghasilkan tekstur yang maksimal.

Per harinya, perempuan ini membakar sekitar 100 sampai 200 buah. Harga kelapa di lapak miliknya dipatok mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk menu kelapa spesial.

"Sedangkan kelapa muda bakar harganya Rp20 ribu dan Rp25 ribu jika dicampur madu," kata Lia, kepada KBA.ONE, Rabu 28 Oktober 2020.

Dari segi rasa, ia merekomendasikan kelapa bakar susu karena rasanya terasa lebih lemak dan hampir mirip dengan bandrek karena dihidangkan hangat hangat.

“Baik dikonsumsi di malam hari, bisa untuk menghangatkan tubuh," kata Lia.

Kini, Lia merasa nyaman dengan usahanya itu. Apalagi peminat kelapa muda bakar di Banda Aceh kian menjanjikan.

Selain mengejutkan lidah, di zaman bahelak, air kelapa muda bakar merupakan minuman para raja-raja dan pasukan raja untuk membakar semangat perlawanan terhadap penjajah.

Anda tak percaya? Rasakan saja sensasinya di warung kelapa bakar Mbak Lia di jalan K.H. Ahmad Dahlan, Banda Aceh.*** | Tasya, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...